Nikmatnya Tahu Lontong Mbah Gareng Ponorogo

PONOROGO – Tahu lontong Mbah Gareng termasuk ke dalam kuliner khas ‘Bumi Reog’. Tempatnya pun mudah ditemukan, berada di Jalan Raya Pacitan-Ponorogo. Warung yang buka sejak 1971 ini selalu ramai oleh penikmat kuliner.

Marsinah. -Foto: Charolin Pebrianti

Salah satu karyawan, Marsih, menjelaskan, warung ini memang termasuk warung legendaris. Jika sate Ponorogo terkenal dengan sate Tukri Sobikun, kalau tahu lontong yang terkenal tahu lontong Mbah Gareng.

“Awalnya dulu yang jual namanya Mbah Gareng, sekarang sudah generasi kedua,” jelasnya kepada Cendana News, Sabtu (16/9/2017).

Sajian tahu lontong ini berisi potongan lontong, cacahan tahu, ditambah telur orak-arik, potongan kubis, kacang tanah sangrai, dan terakhir disiram sambel kacang pedas. Bagi yang tidak tahu lontong, lontong merupakan beras yang dimasak dengan air dan dibungkus dengan daun atau plastik.

“Kalau yang lain pakai sambel bawang dicampur kecap, di sini tahu lontong pakai sambel kacang pedas ini yang bikin khas dan pelanggan pun ketagihan,” tuturnya.

Perpaduan rasa yang lezat antara lembutnya lontong, gurihnya tahu, serta isian lainnya dan terakhir disiram sambal kacang pedas semakin menambah rasa nikmat. Sambal kacang di sini berbeda dengan sambal kacang untuk pecel. Hal inilah yang membuat tahu lontong Mbah Gareng punya penggemar sendiri hingga saat ini.

“Sambel kacang khusus resep dari Mbah Gareng sendiri,” cakapnya.

Warung yang buka sejak pukul 11.00 – 21.00 WIB ini selalu ramai saat jam-jam makan. Mulai dari karyawan, masyarakat umum bahkan anak-anak sekolah rela antri demi sepiring tahu lontong Mbah Gareng. Untuk satu porsi tahu lontong pakai telur dihargai Rp9 ribu sedangkan tahu lontong tanpa telur Rp7 ribu. “Biasanya paling ramai mulai pukul 17.00 – 21.00 WIB,” pungkasnya.

Lihat juga...