Ragil: Embrio Festival Dalang Bocah itu di TMII

JAKARTA — Sekjen Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Radiyo Ragil mengatakan, wayang sebagai salah satu warisan luhur budaya Indonesia. Wayang telah diakui oleh UNESCO sebagai karya agung warisan budaya lisan dan tak benda manusia. Sehingga sangat penting untuk dipelajari dari berbagai aspek, termasuk nilai-nilai filosofi yang mewarnai karakter bangsa.

“Salam wayang, wayangku jiwaku, wayangku kepribadiaanku, dan wayangku kehidupanku. Festival Dalang Bocah Nasional 2017 ini kaya mimpi Kebo Wulih Ning Kandangne, Anak kembali ke pangkungan orang tuanya. Karena embrio festival dalang bocah itu di TMII, tepatnya di Istana Anak tahun 2009,” ungkap Ragil dalam konferensi pers Pekan Suro di Perpustakaan TMII, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Kini di tahun 2017, kata Ragil, Festival Dalang Bocah kembali digelar di TMII dalam kemeriahan peringatan Tahun Baru Islam 1439 Hijriah. Setelah tahun 2009 tampil di Istana Anak TMII, festival dalang bocah digelar di Museum Fattahillah, Bank Indonesia (BI), Kota Tua, dan area lainnya.

Menurut Ragil, pencerahan anak bangsa terhadap pentingnya karakter Indonesia melalui budi pekerti sangat penting. Nilai-nilai wayang diharapkan akan menjadi sarana budi pekerti anak bangsa agar sejajar dengan bangsa lain.

“Adapun Festival Dalang Bocah Tingkat Nasional TMII ini bertujuan untuk merangsang dalang bocah belajar mendalam agar regenerasi dalam tetap terjaga,” kata Ragil.

Selain itu, lanjutnya, juga sebagai ajang silaturahmi antar dalang bocah se Indonesia untuk memupuk persaudaraan dan kemampuan berdalangnya serta menjaring bibit-bibit generasi penerus di masa depan. Terpenting lagi festival ini adalah sarana sosialisasi sejak dini kepada anak-anak memperkenalkan warisan luhur budaya wayang.

Selain itu, juga untuk mendekatkan wayang kepada masyarakat khususnya generasi muda yang tak kalah penting dari hiburan lainnya. Ragil berharap nilai-nilai dalam wayang ikut andil membentuk karakter bangsa sehingga generasi mendatang bisa menjadi manusia seutuhnya.

Kembali Ragil menegaskan, bahwa Festival Dalang Bocah Nasional ini juga bertujuan untuk menyongsong tahun 2020, dimana Indonesia akan menjadi tuan rumah skala dunia melalui gelaran Wayang for Student.

“Kami berharap pemerintah mendukung karena berdasarkan pengalaman festival wayang di luar negeri, yaitu di China. Apresiasi pemerintahnya sangat bagus. Apalagi wayang sudah jadi maha karya dunia, aset dunia. Tidak ada salahnya regenerasi dalang dari titik nol sampai paripurna dalang bocah ke profesional,” kata Ragil.

Festival ini diikuti oleh dalang cilik terbaik yang mewakili provinsi masing-masing di Indonesia. Para dalang bocah yang akan tampil itu mengenyam pendidikan SD dan SMP, kisaran umur 8-15 tahun.

Mereka, kata Ragil, akan memperagakan wayang kulit Purwa, gagrak Surakarta, Yogyakarta, Jawatimuran, wayang Bayuwangi, wayang kulit Cirebonan, wayang Menak Sanak, wayang Golek Purwa, wayang kulit Betawi, wayang kulit Indramayu, dan wayang Banjar.

Salah satu dalang bocah yang akan tampil adalah Kevin Aiken. Siswa kelas 5 SDN 07 Pondok Labu, Jakarta Selatan ini akan menyuguhkan judul “Hanoman Opu” pada gelaran Festival Dalang Bocah Tingkat Nasional TMII 2017.

Lihat juga...