Presiden Jokowi Hadiahi Motor Pegiat Perahu Pustaka
LAMPUNG – Kebahagiaan memenuhi hati Ardy Anto (45) warga Dusun Kayu Tabu, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, saat menerima sebuah kendaraan roda dua atau motor perpustakaan keliling dari Presiden Joko Widodo.
Berdasarkan keterangan laki-laki yang sehari-harinya bekerja sebagai pemilik usaha pembuatan stempel, plat nomor kendaraan, nota dan sebagainya tersebut, ia tak menyangka mendapatkan sebuah motor dari Jokowi untuk melancarkan kegiatan menebar literasi yang sudah beberapa tahun dilakoni. Ia bahkan rela berangkat ke Jakarta pada Rabu malam (13/9) dengan menumpang truk pemuat pisang untuk menghemat ongkos tiba di Jakarta guna memenuhi undangan ke Perpustakaan Nasional.
Ardy Anto menyebut, dirinya diundang oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI untuk menghadiri peresmian gedung fasilitas layanan perpustakaan nasional RI di Jalan Merdeka Selatan No 11 Jakarta yang langsung dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo. Ardy Anto yang juga mewakili dua rekan lainnya, Radmiadi dan Hamdani dari komunitas motor Perahu Pustaka, bahkan langsung menerima simbol kunci yang diserahkan oleh Presiden Jokowi sebagai bentuk penghargaan kepada para relawan literasi sekaligus perpustakaan bergerak yang ada di Indonesia.
“Saya baru saja menerima sebuah kendaraan perpustakaan keliling dari perpustakaan nasional dan langsung diserahkan oleh Bapak Presiden Jokowi. Nantinya kendaraan tersebut akan saya bawa ke Lampung untuk semakin memperluas jangkauan saya dalam menebar literasi,” beber Ardy Anto, salah satu relawan komunitas motor Perahu Pustaka yang juga bagian dari Armada Pustaka Lampung Selatan dalam keterangan yang disampaikan kepada Cendana News, Kamis (14/9/2017).

Terkait bantuan kendaraan operasional untuk armada pustaka keliling tersebut, Ardy Anto mengaku akan mempergunakan kendaraan tersebut untuk berkeliling menebarkan virus literasi kepada masyarakat dengan membawa buku-buku ke perkampungan nelayan di pesisir Lampung Selatan hingga wilayah lain. Kendaraan roda dua bantuan dari Perpustakaan Nasional RI dan langsung diserahkan oleh Presiden Joko Widodo bahkan akan menggantikan kendaraan roda dua yang sebelumnya merupakan kendaraan pinjaman. Saat kendaraan yang dipinjam rusak atau bermasalah, dirinya kerap harus berjalan kaki membawa buku-buku bagi anak-anak di wilayah Kecamatan Bakauheni, Ketapang, Rajabasa, Sragi hingga ke wilayah Kabupaten Lampung Timur.
Bentuk dukungan perpustakaan nasional berupa sebuah kendaraan roda dua berwarna merah lengkap dengan sebuah kotak buku warna biru diakuinya akan sangat membantu. Selama ini selain motor pinjaman, sebuah tas dari kain selalu digunakan untuk mewadahi buku-buku yang akan dibawa agar dibaca anak-anak di markas Tanah Air Pustaka yang menjadi tempat baca buku dan juga kegiatan komunitas motor Perahu Pustaka Bakauheni.
“Hasil kerja keras tim motor, Perahu Pustaka dan armada Pustaka Bergerak Lampung Selatan sangat diapresiasi Presiden Jokowi dan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menebarkan virus literasi, ” ungkap Ardy Anto.
Radmiadi, selaku penggagas dan salah satu tim motor Perahu Pustaka mengaku bangga karena meski baru satu tahun relawan literasi motor berkiprah, Perahu Pustaka mampu menjangkau wilayah pesisir dan sudah mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo melalui perpustakaan nasional. Saat ini, Radmiadi menyebut, tim motor Perahu Pustaka beranggotakan dirinya, Ardy Anto serta Hamdani yang juga dengan bendera Chips Pustaka terus menebarkan virus literasi ke beberapa wilayah dengan tujuan semakin memperkenalkan buku kepada masyarakat.
Radmiadi berharap dengan kepedulian pemerintah salah satunya memberikan kendaraan operasional semakin memicu semangat para pegiat literasi termasuk Perahu Pustaka Bakauheni yang salah satunya juga pernah menggagas adanya perpustakaan di atas KMP Portlink 0 yang dipergunakan untuk penumpang kapal.
Bersama dengan Ardy Anto dan juga Hamdani, Radmiadi mengaku, akan terus menambah koleksi buku sebagian dari hasil donasi bekerja sama dengan Sugeng Hariyono, pegiat literasi Motor Pustaka. Selain itu Radmiadi mengaku, buku-buku yang dibawa dengan motor dan Perahu Pustaka sebagian dibeli dari hasil pekerjaan ketiganya menyisihkan uang untuk membeli buku. Melengkapi koleksi buku bagi anak-anak di pesisir yang dikunjungi setiap hari. Terlebih pada sore hari saat anak-anak tidak ada kegiatan belajar di sekolah.
