Peduli Lingkungan, Universitas Brawijaya Gelar ICWRDEP

MALANG – Aktualisasi perkembangan teknologi terbaru terkait metode dalam upaya pengelolaan sumberdaya air dan teknik lingkungan terus disosialisasikan. Mengingat juga semakin meningkatnya degradasi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan saat ini. Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) pun kembali mengadakan kegiatan International Converence of Water Resources Development and Enviromental Protection (ICWRDEP) untuk yang kedua kali pada 14-15 September 2017.

Ketua Penyelenggara, Dian Sisinggih, ST., MT., PhD, mengatakan, jika pada penyelenggaraan ICWRDEP yang pertama difokuskan pada Water Resources Development, kali ini penyelenggaraan ICWRDEP ditekankan pada Enviromental Protection. Di dalamnya juga menyangkut masalah kebersihan lingkungan. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai pemaparan para pakar lingkungan yang mempresentasikan mengenai isu yang berkembang di luar Indonesia serta tantangan penanganan.

“Jadi dalam forum salah satunya disampaikan tentang kebersihan lingkungan dan bagaimana cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai. Sehingga ke depan tidak memberikan dampak yang lebih buruk pada pencemaran lingkungan terutama pencemaran air,” ungkap Dian Sisinggih saat ditemui di lokasi seminar, di Gedung Jurusan Pengairan lantai lima Universitas Brawijaya, Kamis (14/9/2017).

Menurut Dian, dengan digelarnya kembali ICWRDEP diharapkan mampu menjadi wadah diskusi bagi mahasiswa, peneliti dan juga masyarakat soal sumberdaya air. Forum juga menjadi wadah untuk dapat menuangkan ide-ide dalam menghadirkan teknologi tepat guna yang bisa diterapkan di tengah masyarakat. Terutama teknologi untuk menangani masalah pencemaran air.

“Kami di kampus salah satu tugasnya adalah memang untuk membuat penelitian yang tentunya tepat guna dan bisa diterapkan di masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sisinggih menyampaikan, penyelenggaraan kegiatan ICWRDEP juga sejalan dengan visi dan misi Jurusan Teknik Pengairan FT UB yang telah meraih Akreditasi Internasional, ASEAN University Network Quality Assurance (AUN QA) pada
tahun 2016.

“Karena kita sudah terakreditasi internasional, tentunya kegiatan-kegiatan yang kami selenggarakan juga harus bertaraf internasional,” terangnya.

Disebutkan pula, hadir sebagai pembicara yakni Prof. Masahiko Sekine (Yamaguchi University, Japan), Dr. Foo Ken Yuen (Universiti Sains Malaysia, Malaysia), Jantima Teeka, Ph.D (Rajamangala University of Technology, Thailand), dan Prof. John L. Zhou (University of Technology Sidney, Australia) serta diikuti oleh 80 peserta yang berasal dari universitas dalam dan luar negeri.

Suasana seminar ICWRDEP. Foto: Agus Nurchaliq

 

Lihat juga...