Posdaya Asli Ajarkan Warga Memanfaatkan Lahan Pekarangan Jadi Kebun Bergizi
MALANG — Kebun bergizi adalah salah satu program Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) dalam upaya peningkatan gizi keluarga melalui model ketahanan pangan. Melalui kebun bergizi, masyarakat terutama di perkotaan dilatih untuk meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai tempat budidaya tanaman maupun pemeliharaan ternak.
Hal inilah yang kemudian dicoba untuk diterapkan oleh Posdaya Asli kepada para anggotanya dan juga masyarakat yang berada di lingkungan RW 14, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Ketua Posdaya Asli, Lindri Dwi Andari, menjelaskan sejak 2017 melalui dana bantuan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang, Posdaya Asli berusaha memperkenalkan dan menerapkan kebun bergizi kepada masyarakat. Meskipun berada di perkotaan yang terkendala keterbatasan lahan, warga khususnya para ibu diajak untuk bertani dengan memanfaatkan pekarangan rumah mereka yang kosong.
“Meskipun bukan merupakan lahan pertanian, tapi dengan memanfaatkan lahan pekarangan mereka masing-masing, paling tidak sudah bisa sedikit membantu memenuhi kebutuhan warga terhadap sayuran seperti tomat, kangkung, bayam maupun cabai. Dengan begitu warga bisa menghemat pengeluaran uang untuk membeli sayur,” jelasnya.
Menurut Lindri, saat ini ada dua jenis sitem pertanian yang coba dikembangkan Posdaya Asli yakni sistem pertanian organik dan hidroponik. Di mana kedua sistem pertanian tersebut sudah diaplikasikan dan tersebar di beberapa RT yang berada di RW 14.
“Kami juga sudah mempunyai green house yang berisi berbagai jenis sayuran. Biasanya kalau sudah panen, kita jual ke warga dengan harga yang terjangkau. Jadi warga bisa mengkonsumsi sayuran yang menyehatkan,” ujarnya.
Dikatakan Lindri,berbagai jenis sayuran yang ditanam di antaranya sayuran yang tidak tahan lama seperti sawi, bayam, dan kangkung. Kemudian sayuran yang agak tahan lama yakni cabe, tomat, dan terong serta tanaman yang tahan lama seperti jeruk lemon yang biasanya digunakan untuk infus water.
Sedangkan untuk jenis pupuk, Lindri mengaku menggunakan pupuk organik yang ia beli dari daerah Wajak. Menurutnya, ia sengaja menyetok pupuk organik dan sekam dari Wajak karena di daerah perkotaan sendiri susah untuk mencari bahan-bahan tersebut.
Lebih lanjut Lindri menyampaikan, selain menanam tanaman sayuran secara organik dan hidroponik, Posdaya Asli juga memiliki peternakan ayam, bebek dan juga ikan lele.
“Untuk ikan lele kita jual dalam bentuk segar, sedangkan untuk telur ayam dan bebek sebagian ada yang ditetaskan dan sebagian lagi ada yang dijual ke warga,” ungkapnya.
Kebetulan RW 14 berada di lingkungan Pondok Pesantren Darul Falah, di mana setiap hari Minggunya rutin ponpes menyelenggarakan pengajian yang dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai daerah. Sehingga otomatis secara tidak langsung mendatangkan para pedagang untuk menjual produknya kepada jamaah. Hal ini yang kemudian juga dimanfaatkan Posdaya Asli untuk menjual hasil dari kebun bergizi.
“Mulai jam lima pag biasanya di sepanjang jalan menuju Ponpes Darul Falah sudah diramaikan oleh jamaah yang mengikuti pengajian dan para pedagang yang menawarkan jualannya. Jadi di sini setiap Hari Minggu selalu riuh dengan aktivitas jual beli,” akunya.
Selain kebun bergizi, di bidang lingkungan, Posdaya Asli yang telah berdiri sejak 2014 tersebut juga telah memprakarsai pendirian Bank Sampah. Di mana hasil keuntungan dari bank sampah tesebut digunakan untuk menambah kas posdaya yang nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk menambah modal dan memberikan bantuan ke warga.
“Di dalam kepengurusan Posdaya, kami telah berkomitmen bahwa di sini kita bekerja sosial. Jadi istilahnya, kami tidak mencari keuntungan apapun di dalam kegiatan ini, tapi kita betul-betul bersosial untuk masyarakat selama masih diberi kesehatan dan bisa berguna bagi masyarakat,” pungkasnya.

