Mamnu Wuquf Menangi Astra Road Safety Challenge

MEDAN – Mamnu Wuquf karya sekelompok Mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh November menjadi pemenang kompetisi Astra Road Safety Challenge di Medan, Sabtu (23/9/2017). Karya para mahasiswa tersebut adalah alat bantu sebagai pemberi peringatan bagi pengguna jalan.

Salah satu anggota tim mahasiswa Melati Dyah Kumalasari menyebut, alat yang dibuat bersama dengan empat temannya tersebut merupakan alat pemberi peringatan dini bagi pelanggar rambu dilarang parkir dan berhenti.

“Pesan moral berupa efek jera itu tertuang jelas dalam alat modifikasi yang dapat memberikan peringatan dini kepada pelanggar rambu dilarang parkir dan berhenti itu dinilai terbaik,” ujarnya usai menerima hadian mewakili kelompoknya.

Ide pembuatan Mamnu Wuquf tersebut berawal dari masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk berperilaku tertib di jalan. Sementara pada dasarnya peraturan lalu-lintas dibuat untuk dipatuhi, tetapi banyak rambu-rambu yang dilanggar.

Banyaknya pelanggaran lalu lintas tersebutlah yang menjadi salah satu tolok ukur masih rendanya tingkat kesadaran masyarakat untuk tertib lalulintas. Dan Mamnu Wuquf adalah alat modifikasi yang menggabungkan sensor berat dengan suara itu dipasang pada rambu dilarang parkir dan dilarang berhenti

“Agar tidak dilanggar, pengguna jalan perlu diingatkan,” tambah Melati.

Dengan alat hasil modifikasi tersebut, jika ada pengguna kendaraan yang berhenti di depan rambu-rambu tersebut melebihi dari waktu tertentu, maka sirine yang dipasang akan berbunyi dengan nyaring. Peringatan itu akan membuat pelanggar terkejut sehingga mereka menyadari kalau mereka melanggar dan akhirnya memindahkan kendaraannya.

Pada tahap awal, alat modifikasi peringatan dini itu dipasang pada rambu dilarang parkir sejumlah tempat di Jawa Timur,  yakni dua titik di Bojonegoro, dua titik di Gresik dan satu titik di Ngawi.

“Hasil pantauan, bunyi sirine keras dari alat modifikasi itu menimbulkan efek jera bagi pelanggar dan itu harus ditularkan kepada masyarakat,” ujar Melati yang mengaku pada Januari 2018 akan berangkat ke Jepang untuk bekerja di sebuah perusahaan pembuat AC terkenal.

Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Polisi Chrysnanda Dwilaksana, mengatakan program Astra Road Safety itu menyadarkan pengguna kendaraan untuk bertanggung jawab dan akhirnya menjadi disiplin dalam mematuhi peraturan lalu-lintas.

“Astra dengan Festival Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas (IAABL) tersebut memberi inspirasi,” ujarnya.

Direktur PT Astra International Tbk Suparno Djasmin mengatakan Festival IAABL dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Astra dalam bidang keselamatan berlalu lintas yang dikemas secara menarik bagi pelanggan, masyarakat dan pelajar. (Ant)

Lihat juga...