Luas Tanam Terpenuhi Paceklik Diyakini Tidak Terjadi
JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjamin tiga bulan kedepan tidak akan mengalami musim paceklik atau kekurangan pangan. Bahkan dari analisa yang dilakukan, kondisi tersebut akan tetap terjaga hingga awal 2018 mendatang.
Untuk mencegah musim paceklik di Indonesia Amran menyebut, petani harus menambah luas tanam hingga 1 juta hektare. Namun jika penambahan luas tanam hanya mencapai 500 ribu hektare, musim paceklik sudah tentu akan terjadi.
“Setelah kami evaluasi, rata-rata satu juta tanam, dari yang dulu hanya 500 ribu hektare. Jadi kami yakin tiga bulan ke depan aman-aman saja. Tidak ada paceklik,” kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jumat (15/9/2017).
Ia menegaskan Kementerian Pertanian sudah mengevaluasi bahwa luas tanam, terutama pada masa tanam kritis Juli-Agustus-September, sudah mencapai 1 juta hektare sehingga diyakini stok pangan aman dan tidak terjadi paceklik. Mentan optimistis Indonesia bisa melewati akhir tahun tanpa paceklik dan mengulang seperti 2016 di mana tidak terjadi paceklik.
Oleh karenanya diharapkan seluruh sektor pertanian untuk berorientasi pada masa kritis untuk menanam tanaman pangan yang hanya tersisa hingga dua pekan mendatang sampai akhir September sebagai strategi menyiasati paceklik. Selain itu, Mentan juga optimistis kekeringan di sebagian wilayah Jawa Barat dapat teratasi dengan berfungsinya Waduk Jatigede.
Dengan persiapan yang ada, diyakini upaya menyiasati kekeringan selama tiga tahun dapat berkurang melalui irigasi, penyediaan embung dan normalisasi waduk. “Turunnya drastis karena banyak pompa yang kita kirim sudah puluhan ribu, kemudian embung kita bangun sumur dangkal dan sumur dalam. Kami yakin pasti dampak kekeringan menurun,” ungkapnya.
Berdasarkan laporan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) periode Januari-Agustus 2017, luas kekeringan tahun 2017 yang terkena sebanyak 56.334 ha dan Puso 18.516 ha. (Ant)