Landasan Pacu Bandara Frans Seda Maumere Diusulkan Ditambah
MAUMERE – Perpanjangan landasan pacu Bandar Udara (Bandara) Frans Seda Maumere dari panjang 2.250 meter menjadi 2.500 meter sedang dipersiapkan. Pemerintah Kabupaten Sikka juga sudah melakukan pembebasan lahan ke arah pantai atau arah utara.
Demikian disampaikan Kepala Bandara Frans Seda Maumere Yohanes R. Keraf kepada Cendana News Senin (18/9/2017) siang, usai anjangsana ke panti asuhan dan panti Dymphna yang menampung Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Dikatakan Yohanes, Bandara Frans Seda Maumere saat ini sedang berupaya keras melakukan perpanjangan landasan pacu. Tahapan penyelesaian masterplan sedang dilakukan oleh konsultan dan akan segera diteruskan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
“Saat ini Pemda Sikka telah melakukan pembebasan lahan ke arah utara atau arah laut dan masih sisa sedikit lagi lahan yang sedang diupayakan untuk dibebaskan. Bila sudah selesai maka kita akan usulkan untuk diperpanjang landasan pacunya,” tegasnya.
Perpanjangan landasan pacu ini dilakukan kata Yohanes untuk menjawab keinginan masyarakat yang sangat antusias menggunakan sarana perhubungan udara dimana peningkatan jumlah penumpang dan pesawat terus terjadi.
“Saat ini sudah ada 4 maskapai yakni Garuda, Wings, Trans Nusa dan Nam Air dimana hanya Nam Air yang menggunakan pesawat berbadan lebar. Sementara maskapai lainnya akan menggunakannya bila landasan pacu mencukupi,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka Wilhelmus Sirilus, S.Sos saat ditemui Cendana News di tempat yang sama terkait support Pemda Sikka.
Menurut Sirilus, perpanjangan landasan pacu diperlukan agar ke depan bandara Frans Seda bisa didarati oleh pesawat berbadan lebar misalnya jenis Boeing 737 seri 800 yang bisa mengangkut penumpang dalam jumlah lebih banyak.
“Saat ini pemerintah Kabupaten Sikka serta provinsi NTT sedang gencar mempromosikan pariwisata dan Komodo juga telah dimasukkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan sehingga jumlah wisatawan pasti akan meningkat,” ujarnya.
Pengembangan penting dilakukan, tambah Sirilus, sebab untuk Pulau Flores yang terdiri dari 8 kabupaten, bandar udara yang terbesar ada di Labuan Bajo dan juga di Maumere serta letak Kota Maumere yang berada di tengah-tengah sangat strategis bagi pengembangan bandar udara.
“Wisatawan yang ingin ke wilayah barat seperti ke Kelimutu di Ende dan ke Lembata serta Flores Timur bisa mendarat di Maumere dan meneruskan perjalanan dengan kendaran bermotor usai berwisata di sini,” ungkapnya.
Seharusnya tahun 2017 ini pembebasan lahan sudah tuntas. Namun saat berkunjung ke Maumere Menteri Perhubungan mengatakan untuk tahun 2017 pengembangan landasan pacu belum bisa dilakukan sehingga Pemda Sikka akan melihat dahulu. Bila tahun 2018 sudah disetujui maka akan dilakukan pembebasan lahan sisanya.
