Jembatan Dagemage Sikka Putus, 437 Jiwa Terisolir
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MAUMERE — Putusnya jembatan Dagemage di desa Kolisia kecamatan Magepanda kabupaten Sikka bukan saja menyebabkan lumpuhnya arus transportasi dari kabupaten Ende, Nagekeo dan berapa wilayah kabupaten Sikka menuju Maumere serta sebaliknya, namun membuat warga satu dusun terisolir.

“Dua jembatan yakni Dagemage I dan Dagemage II putus sehingga ada warga dusun Kolit di Magereput desa Kolisia terisolir. Satu-satunya akses jalan ke jalan raya utama di ibukota desa Kolisia harus melewati jembatan tersebut,” ungkap Yosep Nale, warga Kolit, Minggu (20/1/2019).
Yosep mengatakan, persediaan bahan makanan untuk warga dusun pun kian menipis dan warga tidak bisa membelinya ke kios di Kolisia akibat putusnya jembatan. Sebanyak 139 kepala keluarga ini terpaksa bertahan dengan bahan makanan yang masih ada di kebun seperti ubi dan pisang.
“Kami juga kesulitan mendapatkan air bersih dan hanya mengandalkan air hujan atau ambil air di kali sebab jaringan pipa air juga putus akibat banjir bandang. Kami berharap pemerintah segera memberikan bantuan,” harapnya.
Selain itu tambah Yosep, jaringan listrik juga terputus sehingga warga hanya menggunakan lampu pelita saat malam hari. Itu pun hanya satu dua rumah saja yang masih memiliki persediaan minyak tanah.
“Jembatan putus dan jalan juga ambruk sehingga kami kesulitan untuk ke luar dari dusun. Kalau air kali sudah normal kami sudah bisa berjalan kaki ke pusat desa atau di jalan raya utama untuk berbelanja kebutuhan pokok di kios atau toko di Maumere,” tuturnya.
Yosep berharap agar hujan segera reda agar debut air kali Dagemage bisa menurun supaya bisa dilintasi pejalan kaki.Dirinya berharap agar pemerintah segera membangun jembatan permanen agar warga tidak kesulitan terus menerus seperti yang selalu dialami setiap tahun.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sikka Muhammad Daeng Bakir pun mengakui adanya warga satu dusun yang terisolir akibat putusnya jembatan Dagemage dan ambruknya jalan raya.
“Bersama aparat desa dna kecamatan,petugas kami sudah turun melakukan pendataan jumlah pasti warga yang terkena dampak bencana ini. Sementara ini jalan sulit dilewati sehingga kami masih melihat situasi untuk mengirimkan bantuan,” tuturnya.
Pihak dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Sikka kata Daeng Bakir sedang melakukan pengerjaan jembatan darurat.Bila jembatan sudah selesai dikerjakan dan bisa dilintasi maka bantuan sudah bisa didistribusikan.
“Bantuan yang akan dikirim berupa sembako dan barang kebutuhan lainnya seperti selimut dan lainnya. Air bersih pun nanti akan kami salurkan menggunakan mobil tanki yang kami miliki,” sebutnya.
Semua bahana makanan dan kebutuhan bagi warga yang terkena dampak bencana selalu tersedia ujar Daeng Bakir sehingga hanya perlu disalurkan saja. Pemerintah juga memiliki cadangan beras yang bisa diambil di Bulog dan diberikan kepada masyarakat yang terkena bencana.
“Untuk saat ini semua bahan makanan dan keperluan lainnya untuk pengungsi masih tersedia dan mencukupi. Kita berharap dampak bencana ini tidak meluas dan curah hujan pun tidak tinggi yang bisa menimbulkan banjir bandang dan longsor,” pungkasnya.