Tiga WNA Bulgaria Spesialis Pembobol ATM BRI Diringkus Polres Lombok Utara

MATARAM – Tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Bulgaria, berinisial VHP, SSTMS, MPE spesialis pembobol ATM Bank BRI ditangkap petugas dari Satuan Reserse Kriminal Khusus (Satreskrimsus) Polres Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Ketiga pelaku ditangkap petugas di kawasan objek wisata Gili Terawangan, Lombok Utara saat menjalankan aksi memasang alat skimmer untuk merekam nomor PIN nasabah di salah satu mesin ATM Gili Terawangan,” kata Kasatreskrimsus Polres Lombok Utara, Kadek Metria di Mataram, Senin (18/9/2017).

Selain mengamankan ketiga pelaku, petugas juga mengamankan alat skimmer yang dipasang para pelaku di semua mesin ATM BRI yang terdapat di Gili Terawangan, Gili Air termasuk di Kota Mataram, belasan kartu duplikat ATM warna merah dan sejumlah barang bukti lain.

Ia mengatakan, para pelaku dalam menjalankan aksinya memasang alat skimmer di setiap mesin ATM BRI. Setelah itu, PIN dari setiap nasabah yang melakukan transaksi kemudian digandakan, dibuatkan duplikat untuk selanjutnya menguras seluruh isi ATM nasabah.

“Atas perbuatannya, ketiga tersangka dikenakan pasal 30 ayat 1 atau pasal 31 ayat 1 atau pasal 32 ayat 1 Jo pasal 46 atau 47 atau pasal 48 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” katanya.

Ketiga tersangka beserta barang bukti lain, termasuk uang senilai 46 juta saat ini diamankan di Polda NTB untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sebab dari pengakuan ketiga pelaku, merupakan jaringan antardaerah di Bali.

BRI Bantah Sistem Keamanan Lemah

Sementara itu, Kepala Pimpinan Cabang BRI Mataram, Muh. Harsono mengatakan, masih seringnya terjadi pembobolan keuangan nasabah melalui mesin ATM bukan masalah keamanan, sebab hampir di semua sisi ATM dipasang CCTV.

“Jadi bukan keamanan ya, karena semua sisi mesin ATM telah dipasangkan CCTV, tapi memang kejahatan perbankan yang semakin canggih dan ini tidak saja menimpa BRI tapi juga bank lain,” katanya.

Harsono mengatakan, untuk lebih menjamin dan memastikan keamanan data nasabah melalui mesin ATM, pihaknya telah membentuk tim patroli yang rutin mengontrol keamanan mesin ATM dari alat skimmer.

Kepada seluruh masyarakat nasabah BRI, ia juga meminta beralih melakukan transaksi dari tunai menjadi non tunai melalui mobil banking. Kejahatan pembobolan ATM BRI sendiri telah berlangsung sejak 2016 dan puncaknya terjadi pada Oktober dan telah merugikan BRI sampai miliaran rupiah.

“Bagi nasabah yang merasa kehilangan uang di ATM, kami siap mengganti keseluruhannya, dengan membawa data pendukung sebagai bukti,” katanya.

Teknik skimming sendiri merupakan teknik kejahatan dengan memasang alat skimmer di mesin ATM, merupakan modus kejahatan perbankan tingkat dunia. Sistem kerja pelaku yang membobol isi ATM para nasabah ini dengan cara menyalin data nasabah.

Kasatreskrimsus Lombok Utara, Kadek Metria (tengah). Foto/Turmuzi

 

Lihat juga...