Kerja Sama dengan BPSMP Sangiran, UNS Kembangkan Digital Museum

SOLO – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS), baru-baru ini meluncurkan sebuah terobosan untuk menikmati museum agar semakin menarik. Bekerjasama dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Sragen, Jawa Tengah, UNS mengembangkan Digital Museum.

Pengembangan Digital Museum diinisiasi oleh Group Riset Multimedia, Program Studi Diploma III Teknik Informatika Fakultas MIPA sejak tahun 2012. Melalui Road Map penelitian, Fakultas MIPA telah menghasilkan berbagai aplikasi e-Museum Sangiran dengan menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) yang bertujuan sebagai media edukasi kepada masyarakat.

“Pada Digital Museum Sangiran ini pengemasannya melalui konsep virtual reality. Tujuannya memberikan pengalaman baru bagi masyarakat supaya lebih leluasa dalam mengeksplorasi ruang pamer museum,” ucap Fendi Aji Purnomo, selaku koordinator pengembangan Digital Museum dari UNS, Kamis (21/9/2017).

Lebih lanjut Fendi menjelaskan, melalui Digital Museum pengunjung akan disajikan informasi digital objek pamer dalam ruang virtual 3D yang didesain secara utuh menyamai ruang pamer di Museum Sangiran. Tidak hanya virtual objek pamer saja, pengunjung akan diberikan nuansa virtual lainnya yang lebih fantastis.

“Karena pengunjung dapat leluasa melihat simulasi animasi 3D terkait proses kejadian pada zaman dahulu. Misalnya kepunahan Gajah Purba Stegodon yang punah terkena letusan gunung berapi atau bertarung dengan predator. Suara letusan gunung, raungan gajah purba, kicauan burung, dan aliran air,” terang dia.

Berbagai simulasi yang ditambahkan dalam virtual Museum Sangiran tersebut bertujuan untuk menguatkan suasana kejadian. Sehingga pengunjung diajak seolah-olah berada di dalamnya, saat kejadian berlangsung.

Setidaknya terdapat 8 tema virtual museum Sangiran yang dapat disaksikan melalui Digital Museum tersebut. Di antaranya Kluster Bukuran yang menyajikan animasi punahnya Gajah Purba yaitu Stegodon. Virtual Museum Kluster Dayu, menyajikan objek pamer virtual secara utuh dan animasi terkuaknya fosil-fosil purba pada lapisan tanah yang muncul karena tenaga endogen.

Virtual Museum Sangiran yang menyajikan kehidupan manusia purba Homo Erectus dalam berburu dan membuat alat berburu. Virtual Museum Sangiran menyajikan kehidupan manusia purba Homo Soloensis dan bertahan hidup serta berburu. “Ada pula Virtual Museum bertemakan ekskavasi dalam penemuan benda purba, Virtual Museum bertemakan pembuatan museum Kluster Manyarejo, Virtual Museum bertemakan kehidupan Hipopotamus dalam bertahan hidup, dan Virtual Museum bertemakan kehidupan kerbau purba,” jelasnya.

Bentuk kerjasama UNS dengan BPSP Sangiran ini juga dilakukan penyerahan secara simbolis, hasil penelitian dari Fakultas MIPA yang diwakili Dr. Sayekti, kepada Dody Wiranto, selaku Kasi Pelindungan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran.

Koordinator pengembangan Digital Museum Fakultas MIPA UNS, Fendi Aji Purnomo, saat mencoba perangkat elektronik museum. Foto: Harun Alrosid
Lihat juga...