Kena Penyakit Hogcholera,Ternak Bantuan Pemerintah Mati

MAUMERE –– Ratusan ternak khususnya babi yang mati setelah tiba di tangan kelompok bukan merupakan sebuah kesengajaan sebab ternak yang dibagikan memang dalam keadaan sehat dan setelah tiba di kelompok peternak tersebut mati secara mendadak.

Kematian ternak tersebut diakibatkan karena serangan hama penyakit Hogcholera. Padahal saat didrop ke kelompok peternak pada 10 Agustus 2017, hewan tersebut belum terkena penyakit tersebut. Namun baru mengalami kematian setelah 3 hari di tangan kelompok, tepatnya  pada 13 Agustus 2017.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Yeremias Dewa saat ditemui Cendana News di kantornya Senin (11/9/2017).

Dijelaskan Yeremias, kematian ternak pertama terjadi pada kelompok Damai di Kelurahan Nangalimang Kecamatan Alok pada 13 Agustus 2017, disusul kelompok Sudan Sogor tanggal 14 Agustus 2017 dan kelompok-kelompok lainnya.

“Penyakit ini masa inkubasinya 3 sampai 21 hari sehingga memang saat didrop, ternak tersebut dalam kondisi sehat tapi setelah 3 hari ada di tangan kelompok ternak baru mengalami kematian,” ujarnya.

Selain babi, Dinas Pertanian Kabupaten Sikka membantu kelompok tani ternak sapi, kuda, ayam petelur dan kambing yang diperuntukan bagi 190 kelompok yang tersebar di 21 kecamatan.

“Kami bekerja sudah sesuai mekanisme di mana sebelum didrop ternak diperiksa kesehatannya dan kondisinya sehat,” terangnya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Drh. Maria Margaretha Siko, M.Sc yang ditemui Cendana News mengakui bahwa penyakit hogcholera memang menyerang babi sejak 2016 sampai 2017, sehingga banyak babi yang mati mendadak bukan saja di Kabupaten Sikka tapi juga di Flores Timur.

Binatang yang awalnya sehat lanjut Maria tiba-tiba sakit dan dalam waktu tidak lama kemudian akan mati, sebab virusnya menyebar begitu cepat dan sering menyerang hewan babi yang banyak mengalami kematian.

Lihat juga...