Insiden Penumpang Kapal Jatra II di Selat Sunda, Tim SAR Lakukan Pencarian

LAMPUNG — Kecelakaan pelayaran di lintasan Selat Sunda penghubung Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak kembali terjadi dengan terjatuhnya salah satu penumpang KMP Jatra II saat akan menyeberang dari Pelabuhan Merak Banten menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung.

Radmiadi selaku petugas Search and Rescue PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (SAR-ASDP) cabang Merak kecelakaan pelayaran tersebut terjadi pada Selasa siang (19/9/2017) dan terus dilakukan pencarian oleh tim pos SAR Merak dengan menggunakan perahu rib.

Dugaan awal berdasarkan laporan pihak ABK Kapal Jatra II dan beberapa saksi penumpang kapal yang terjatuh ke laut dengan jenis kelamin laki laki tersebut berada di perairan perbatasan Provinsi Lampung dan Provinsi Banten pada koordinat 05 53.9′ S – 105 52.6′ E atau tepatnya di sekitar Pulau Tempurung dan Pulau Rimau Balak.

Mendapatkan informasi tersebut Radmiadi menyebut segera menginformasikan kepada kantor SAR Lampung yang segera mengirimkan tim sebanyak 8 orang ke lokasi kejadian musibah selain itu sebanyak 4 orang Polair,petugas KPLP sebanyak 5 orang dibantu warga.

“Kantor SAR pos Merak langsung berkoordinasi dengan kantor SAR Lampung untuk segera melakukan tindakan segera dengan menyiapkan tim pencarian ke lokasi kejadian musibah yang ada di perairan Selat Sunda,” terang Radmiadi selaku kepala kantor SAR ASDP Cabang Merak saat dihubungi Cendana News, Rabu (20/9/2017)

Operasi pencarian oleh tim SAR Merak diakui Radmiadi berpusat di dekat Dermaga I Pelabuhan Merak yang terus bersiaga melakukan proses pencarian dan menunggu informasi serta perkembangan dari kapal kapal yang melintas.

Menurut Radmiadi setelah kejadian penumpang terjatuh KMP Jatra II sesuai prosedur harus terus melakukan pencarian sebanyak tiga kali putaran di area korban terjatuh sembari memberikan informasi ke kapal kapal lain yang melintas untuk memberikan pertolongan.

Sementara itu Yulius Cahyono selaku kepala seksi operasi Kantor SAR Lampung yang ikut melaksanakan operasi pencarian mengerahkan personil yang berangkat dari darat sebanyak 8 orang dari kantor Branti Natar dengan membawa truk personil,recue car serta perahu karet yang disiagakan di dermaga PT Bandar Bakau Jaya Muara Piluk Bakauheni.

Personil keseluruhan yang dikerahkan oleh kantor SAR Lampung diakuinya berjumlah sebanyak 8 personil sementara 13 personil dengan perahu rigid Inflatable boat yang dipimpinnya berangkat dari Pelabuhan Panjang ke Bakauheni melalui jalur laut.

Tim dari kantor SAR Lampung diakuinya akan terus melakukan proses pencarian pada hari kedua dengan batas waktu pencarian hingga maksimal selama tujuh hari dengan harapan korban terjatuh dari kapal bisa ditemukan. Selain proses pencarian dilakukan oleh tim SAR pihaknya juga bekerjasama dengan nelayan untuk memberikan informasi jika menemukan korban terjatuh dari kapal di perairan Selat Sunda tersebut.

Proses pencarian diakuinya akan dilakukan di sekitar perairan Selat Sunda meliputi beberapa area sekitar Pulau Sangiang, Pulau Kandang Balak, Pulau Rimau Balak dengan adanya kemungkinan penumpang terjatuh tersebut terdampar di pulau pulau tersebut.

Jika korban ditemukan dalam kondisi meninggal ia menyebut jenazah korban akan dibawa ke rumah sakit sembari menunggu adanya laporan keluarga yang merasa kehilangan salah satu anggota dalam perjalanan dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni.

Kejadian kecelakaan pelayaran terjatuhnya penumpang dari kapal bukan kali pertama terjadi bahkan dari data yang diperoleh Cendana News insiden penumpang kapal penumpang terjatuh ke laut tersebut dalam dua pekan terakhir pada September tepatnya pada Sabtu (9/9) malam juga terjadi penumpang terjatuh ke laut dari KMP Mustika Kencana di dermaga I Pelabuhan Bakauheni.

Penumpang bernama Kasimin (60) warga Padang Tengah yang naik bus Handoyo asal Pakanbaru tujuan Wonogiri diduga sengaja melompat ke laut karena depresi namun berhasil diselamatkan oleh anak buah kapal KMP Mustika Kencana milik PT Dharma Lautan Utama. Setelah berhasil diselamatkan paska kapal selesai bongkar muat korban terjatuh dari kapal tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Bakauheni dan semua biaya pengobatan penumpang tersebut ditanggung PT DLU sebagai perusahaan pelayaran tempat kejadian musibah.

Kendaraan personil,perahu karet dan rescue car disiapkan di Pelabuhan BBJ Muara Piluk Bakauheni untuk proses pencarian korban terjatuh dari kapal di Selat Sunda /Foto: Henk Widi.

 

Lihat juga...