LONDON – Indonesia terpilih sebagai negara tamu pelaksanaan Europalia. Kondisi Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dengan kekayaan keragaman agama, bahasa, dan budaya merupakan mitra penting bagi Belgia secara politik dan ekonomi mendorong munculnya kebijakan tersebut.
Hal itu disampaikan Menlu Belgia, Didier Reynders mengatakan, pada saat konferensi pers pelaksanaan Festival Europalia Indonesia di Dynasty Building, Brussel Jumat (15/9/2017). “Saya senang Indonesia terpilih sebagai negara tamu Europalia, Karena Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara dengan kekayaan keragaman agama, bahasa, dan budaya,” jelasnya.
Didier menyebut, beberapa media Belgia tersebut sudah melakukan kunjungan ke Indonesia pada Juli lalu untuk melihat langsung persiapan yang dilakukan seniman Indonesia untuk Festival Europalia.
Dubes RI untuk Belgia, Yuri Thamrin mengatakan, terpilihnya Indonesia sebagai tamu akan diikuti dengan upaya untuk memberikan yang terbaik dalam festival tersebut. Sementata itu, Staf Ahli Mendikbud untuk Inovasi dan Daya Saing, Ananto Kusuma Seta, menyampaikan harapannya agar Festival Europalia Indonesia akan dapat semakin mendekatkan hubungan kebudayaan antarkedua bangsa.
Dalam kesempatan itu para kurator dan bidang artistik memberikan pemaparan mengenai program keseluruhan Festival Europalia Indonesia dan proses kerja sama artistik yang dilakukan seniman Indonesia dan Belgia. Di Festival Europalia Indonesia akan menggelar beberapa eksibisi utama yang bertemakan sejarah nenek moyang, sejarah perjuangan dan kosolidasi kekuasaan di Indonesia, dan budaya maritim. Eksibisi ini akan dilaksakan di beberapa galeri utama di Brussel.
Selain eksibisi, Festival Europalia Indonesia akan menampilkan seni pertunjukan, seni rupa, musik, sastra, film, dan lainnya. Secara keseluruhan Festival Europalia berjumlah lebih dari 250 kegiatan dan dilaksanakan di berbagai kota di Belgia, Belanda, Prancis, Jerman, Inggris, Polandia dan Austria. (Ant)