Hingga Kuartal II/2017, Pangsa Penyaluran Kredit UMKM Kaltara Tumbuh Signifikan

BALIKPAPAN — Sebagai Provinsi termuda di Kalimantan, pangsa penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinisi Kalimantan Utara terus tumbuh sejak tiga tahun terakhir. Berdasarkan data yang dihimpun Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Utara, pangsa penyaluran kredit UMKM tahun 2014 tercatat sebesar 27%, kemudian meningkat tahun 2015 sebesar 32%, dan tahun 2016 mencapai 31%.

Kpwk Bank Indonesia Kaltara Hendik Sudaryanto menerangkan perbankan mampu mendukung pertumbuhan usaha UMKM, di mana kini terdapat 17 bank kantor cabang dan kantor cabang pembantu yang beroperasi di lima wilayah kota dan Kabupaten Kaltara.

“Pangsa penyaluran kredit UMKM dominan dari Kota Tarakan yang menjadi kota terpadat di Kaltara. Memang belum semua terjangka oleh pelayanan perbankan, utamanya daerah perbatasan, sehingga masih perlu banyak pembenahan,” ucapnya, Selasa (12/9/2017).

Selain memanfaatkan akses permodalan dari perbankan, menurutnya pelaku UMKM juga memanfaatkan sumber permodalan alternatif. “Masih ada UMKM yang menggunakan modal dari lembaga keuangan non bank, seperti koperasi, pegadaian atau dana bergulir dari perusahaan,” sebutnya.

Pada kuartal II, tercatat pangsa kredit UMKM mencapai 32,09% dari total penyaluran kredit yang mencapai Rp7,51 triliun, melampaui kewajiban pemenuhan penyaluran kredit UMKM sebesar 15% dari total pangsa kredit sesuai ketentuan bank sentral.

“Apabila dilihat dari sektoral, usaha perdagangan besar dan eceran mendominasi pangsa kredit UMKM sebesar 57%. Potensi kredit UMKM bisa dikembangkan lagi pada sektor pertanian,” ulas Hendik.

Ia memproyeksikan penyaluran kredit UMKM hingga akhir tahun akan terus tumbuh seiring dengan Provinsi Kaltara yang terus mengalami perkembangan.

 

 

Lihat juga...