Eksploitasi HTI Dinilai Ancam Lingkungan Masyarakat di Mentawai Sumbar

PADANG — Kedatangan Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Barat (Sumbar) terkait rencana pemanfaatan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Pulau Siberut disambut dengan unjuk rasa puluhan Forum Mahasiswa Mentawai (Formma). Mereka menuntut, agar PT. Biomass Andalan Energi tidak mendapat izi.

Koordinator aksi unjuk rasa Formma, Adi Bing Slamet Samangilailai mengatakan, perlu adanya pertimbangan dari Dinas Lingkungan Hidup Sumbar untuk memikirkan dampak lingkungan yang akan dirasakan oleh masyarakat Mentawai, apabila pemanfaatan HTI tetap dilakukan.

Koordinator aksi unjuk rasa FORMMA Adi Bing Slamet Samangilailai/Foto: M. Noli Hendra

“Saat ini saja Mentawai telah sering dilanda banjir. Nanti apabila berjalan, maka dampak lingkungan yang akan dirasakan oleh masyarakat kemungkinan akan semakin parah dari sekarang,” tegasnya, Rabu (13/9/2017).

Ia menyebutkan, dengan luas lahan HTI 20.030 hektar yang akan dieksploitasi itu, turut mengancam ribuan jiwa di Pulau Siberut di sembilan Desa yang terdiri dari 59 dusun dan 15.257 jiwa dengan mayoritas mata pencarian petani.

Dijelakan, hal yang membuat masyarakat Mentawai ingin agar HTI tersebut tidak dimanfaatkan, karena melihat pada tahun 1970-an, meski adanya perusahaan logging di Siberut, ternyata tidak mampu meningkatkan kesejahteraan penduduk.

Menurut Edi, masyarakat Mentawai tidak mengharapkan adanya aktifitas yang demikian, apalagi itu dikhawatirkan berdampak buruk bagi lingkungan. Baginya meski saat ini masyarakat Mentawai masih memakan sagu sebagai bahan pokoknya, apabila ada pihak yang merusak hutannya, masyarakat akan menentang hal tersebut.

Menyikapi tuntutan tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Siti Aisyah menyatakan, segala permintaan dan tuntutan para masyarakat mentawai saat ini telah disampaikan pada sidang amdal yang tengah berlangsung. Dengan adanya kekhawatiran mayarakat akan menjadi bahan pembahasan pada sidang amdal.

“Pembahasan dan tututan dari masyarakat Mentawai tengah dibahas juga pada sidang Amdal yang dipimpin oleh Komisi Penilai Amdal. Pada sidang itu, nantinya akan melakukan segala kajian, dampak buruk, dan hal-hal lainnya jika HTI dieksploitasi,” ucapnya.

Lihat juga...