Ekonomi Kaltim Turun, Warga Miskin Diperkirakan Naik
BALIKPAPAN – Seiring turunnya kondisi ekonomi Provinsi Kalimantan Timur pada dua tahun terakhir, diperkirakan akan memberikan dampak pada jumlah Keluarga Miskin (Gakin) di Kota Balikpapan. Saat ini Pemerintah Kota tengah melakukan validasi data keluarga miskin di Balikpapan tahun 2017 dari tingkat Kelurahan untuk meng-update data gakin tahun 2015.
Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan Abdul Aziz memperkirakan, angka keluarga miskin di Balikpapan akan mengalami peningkatan dari data tahun 2015 lalu. Adapun jumlah gakin di Balikpapan berdasarkan data tahun 2015 sebanyak 9.563 jiwa.
“Trennya pasti meningkat, masih banyak yang belum terdata dengan baik. Setiap dua tahun sekali data itu selalu diperbarui, kini warga yang berstatus kurang mampu sebanyak 9.563 jiwa,” paparnya, Selasa (26/9/2017).
Dia menilai terjadinya kenaikan jumlah gakin itu karena kondisi ekonomi Kaltim khususnya Balikpapan yang sempat merosot beberapa tahun lalu. Tahun 2014 dan 2015 saat itu penurunan ekonomi terasa sekali, ditambah terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi.
Karena itu pihaknya melakukan pendataan kembali jumlah warga kurang mampu di Kota Balikpapan melalui program Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM). Program itu ditargetkan akan selesai pada bulan Oktober mendatang, yang hasilnya akan menjadi data terbaru keluarga miskin di Balikpapan.
“Dalam pendataan MPM ini keluarga tidak mampu atau warga tidak mampu datang ke kelurahan dengan menyebutkan sebagai keluarga tidak mampu dan persyaratannya harus datang sendiri tidak boleh diwakilkan. Kemudian tim akan memverifikasi data yang sudah masuk dengan melihat beberapa hal yaitu kesejahteraan, di antaranya penghasilan, pengeluaran dan tempat tinggal,” terang pria yang akrab di sapa Aziz.
Selanjutnya, setelah verifikasi oleh tim kemudian dilaporkan ke wali kota dan pemerintah pusat. Data yang dihasilkan itu, nantinya akan memperoleh program pemerintah seperti beras sejahtera dan lainnya.