BMKG: Babel Berpotensi Terjadi Hujan Disertai Petir
PANGKALPINANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Pangkalpinang memprakirakan sebagian besar daratan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Senin (4/9) berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang.
“Waspadai potensi hujan sedang yang disertai petir dan angin kencang di wilayah Kabupaten Bangka Barat, Bangka, serta Kabupaten Bangka Selatan dan sekitarnya pada Senin,” ujar prakirawan dari Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Kota Pangkalpinang, Evi Diana P, Minggu (3/9/2017).
Hujan petir paling berpotensi terjadi pada pagi dan dini hari di wilayah Mentok, Koba, Sungai Selan, Toboali, dan Manggar. BMKG mengimbau warga agar tidak banyak beraktivitas di luar rumah pada saat turun hujan.
Hujan ringan dan hujan lokal juga berpeluang terjadi hampir di seluruh wilayah daratan di Provinsi Kepulauan Babel terutama pada pagi, siang dan dini hari.
Kecepatan angin di daratan diprakirakan pada kisaran 10 hingga 20 kilometer per jam dengan suhu 23 sampai 32 derajat celsius dan kelembaban udara 60 hingga 95 persen.
Pada kesempatan itu BMKG, Kota Pangkalpinang mengimbau warga agar mewaspadai ketinggian pasang air laut di sejumlah pesisir pantai yang masih berpotensi mencapai dua meter atau lebih.
Ketinggian pasang air laut maksimum melebihi dua meter masih berpotensi terjadi di pesisir pantai Sungailiat Kabupaten Bangka yakni sekitar 2,44 meter, kemudian di Membalong Kabupaten Belitung sekitar 2,36 meter, dan di Toboali Kabupaten Bangka Selatan 2,01 meter.
Pasang air laut di bawah dua meter diprakirakan terjadi di pesisir pantai Mentok Kabupaten Bangka Barat sekitar 1,96 meter, di Belinyu Kabupaten Bangka 1,74 meter, di Tanjungpandan Kabupaten Belitung 1,59 meter, dan di Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur 1,80 meter.
“Kami mengimbau agar warga atau wisatawan mewaspadai pasang air laut dengan tidak beraktivitas di pesisir pantai yang terhubung langsung dengan laut lepas,” ujar Evi Diana.
Pada bagian lain BMKG juga masih mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang maksimum dengan ketinggian 2,0 sampai 3,0 meter yang dapat terjadi di perairan utara Pulau Bangka, perairan timur Pulau Belitung, dan di Selat Karimata.
Ketinggian gelombang signifikan di jalur penyeberangan Selat Bangka diprakirakan antara 0,25 sampai 0,75 meter, di Selat Gelasa antara 0,5 sampai 1,0 meter, di selatan Pulau Bangka antara 0,25 sampai 1,25 meter, di utara Pulau Bangka antara 0,5 sampai 1,25 meter, dan di Selat Karimata antara 0,5 sampai 1,5 meter.
Dengan asumsi ketinggian gelombang maksimum yang dapat mencapai dua kali ketinggian gelombang signifikan, maka ketinggian gelombang di perairan utara Pulau Bangka, perairan timur Pulau Belitung, dan di Selat Karimata dapat mencapai 2,0 sampai 3,0 meter.
“Kami mengimbau agar para pengguna jasa angkutan laut dan juga nelayan tradisional agar tetap waspada selama beraktivitas di laut,” ujar Evi Diana.[Ant]