Warga Tamanbaru Lestarikan Pohon Rumbia sebagai Tanaman Konservasi Air
LAMPUNG – Warga Desa Tamanbaru Kecamatan Penengahan masih mempertahankan tanaman rumbia (metroxylon sagu) di dekat lahan pertanian dan lahan rawa air tawar yang berada di bawah Gunung Rajabasa Lampung Selatan.
Salah satu warga Desa Tamanbaru, Hadi (59) menyebut, masih mempertahankan ratusan tanaman rumbia atau dikenal dengan tanaman sagu sejak puluhan tahun karena memiliki beragam manfaat di antaranya sebagai bahan makanan, penahan erosi, serta konservasi air di aliran Way Tebing Ceppa.
Hadi mengungkapkan, tanaman rumbia sebagian merupakan tanaman yang tumbuh dengan sendirinya di lahan kebun keluarganya yang membentuk rumpun cukup rimbun sebagai peneduh, penahan longsor, serta menjadi sumber mata air bagi masyarakat. Sumber mata air tersebut bahkan dimanfaatkan sebagai pasokan mata air bersih untuk dialirkan menggunakan selang sebagian dialirkan ke kolam budidaya ikan air tawar di antaranya gurame, nila, dan patin.
“Beberapa pohon rumbia sudah berusia puluhan tahun sengaja dipertahankan untuk penahan longsor dan bahkan di antara rerimbunan pohon rumbia banyak sumber mata air. Selanjutnya dibendung dan dialirkan menggunakan selang ke rumah rumah warga,” ungkap Hadi, warga Desa Tamanbaru Kecamatan Penengahan yang masih mempertahankan tanaman rumbia saat ditemui Cendana News, Senin (28/8/2017).

Hadi menyebut, selain memiliki manfaat sebagai tanaman konservasi dirinya bisa mendapatkan tambahan secara ekonomi dari hasil penjualan pembuatan atap daun rumbia, serta penjualan pohon sagu berusia tua yang masih bisa dimanfaatkan untuk proses pembuatan tepung sagu itu.
“Manfaat keberadaan tanaman rumbia selama ini hanya dipergunakan sebagai tanaman pagar di area rawa dan kolam. Namun sekarang mulai dimanfaatkan sebagai tanaman konservasi dengan sistem tebang pilih,” terang Hadi.
Keberadaan tanaman rumbia yang berada di rawa-rawa yang masih menjadi pemasok dan cadangan air juga dimanfaatkan oleh Koidir, salah satu warga Desa Tamanbaru untuk membuat kolam-kolam ikan air tawar berupa ikan mas, ikan patin dan ikan gurame. Mempergunakan alat penyaluran air bersumber dari mata air tebing ceppa dan juga mata air di rerimbunan tanaman rumbia, ia juga membuat beberapa kolam lain yang sebagian dimanfaatkan untuk tempat pemancingan.
“Keberadaan tanaman rumbia atau rembias di wilayah ini memang memiliki peranan yang penting karena menahan erosi dan menjadi sumber mata air. Selanjutnya air bisa dimanfaatkan untuk kolam ikan,” terang Koidir.
Menurut Koidir yang lama tinggal di Tamanbaru, sebagian pemilik pohon rumbia kini tidak menebang pohon tersebut dan hanya memanfaatkan bagian daun. Serta menyisakan sebanyak tiga pelepah setelah pelepah lain dipangkas sebagai bahan pembuatan atap daun rumbia. Air yang bersumber dari mata air areal tanaman rumbia tersebut bahkan juga bisa dipergunakan untuk pengairan lahan pertanian sawah yang ada di wilayah sekitarnya.
