P3E Berhasil Tanam 75 Persen Bibit Bambu di Kalimantan

BALIKPAPAN — Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Kalimantan mencatat mulai 2014 hingga kini telah menanam 4000 bibit pohon bambu yang tersebar di Kalimantan. Dari jumlah yang ditanam tersebut, 75 persen berhasil tumbuh di lahan yang ditanami.

Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Kalimantan Tri Bangun L Sony menjelaskan alasan P3E menanam pohon bambu karena tanaman jenis ini mampu menyerap 90 persen air hujan sebelum terbuang percuma ke laut.

“Pohon bambu ini mampu menyerap 90 persen air hujan. Sehingga pohon bambu bagus untuk ditanam. Sejak 2014 sampai sekarang kita sudah tanam 4 ribuan. Dari jumlah itu sebesar 75 persen berhasil. Memang tanahnya berbeda dengan Jawa,” jelasnya Jumat (18/8/2017).

Dikatakannya, penanaman bibit pohon bambu dilakukan di beberapa titik Kalimantan karena area yang dibawahi Kalimantan sehingga ada pemerataan penanaman.

“Kalau di Balikpapan kami tanami di waduk Manggar, Sepinggan dan di Jalan Sarifuddin Yoes,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya mengusulkan agar pemerintah kota dan masyarakat gencar melakukan penanaman bambu. Mengingat semakin banyak rumpun bambu akan semakin banyak air hujan yang dapat diserap.

“Kalau kita nyinggung banjir. Itu kan disebabkan air hujan yang tidak terserap. Tidak tertampung di perairan terbuka maka dia jadi banjir. Yang disebut banjir kalau air masuk pemukiman, akses orang kalau ke rawa-rawa tidak disebut banjir,” ujarnya.

“Saya pernah berpikir agak susah-susah gampang ini kalau semua orang punya lahan entah halaman rumah atau kebun diwajibkan agar air hujan tidak boleh setetes jatuh keluar. Salah satu cara tanam bambu untuk tanam bambu kita buat tanggul sedikit saja. Kalau satu rumah tiap kali hujan bisa tampung 100-200 liter kalikan 100 ribu rumah saya yakin kota ini akan mampu kendalikan banjir, ” jelasnya.

Untuk itu butuh keterlibatan semua pihak termasuk utama masyarakat karena bicara lingkungan untuk jangka panjang biasanya perhatian masyarakat kurang.

“Lingkungan itu biasanya karakternya urusan orang lain. Jadi kalau ada sampah numpuk itu pemerintah bagaimana sih. Lalu pemerintah bilang ini kesadaran masyarakat kurang. Jadi terus ini berputar-putar,” tambahnya.

Karena itu, pihaknya mengajak membangun bersama dengan menjaga lingkungan utamanya membuang sampah pada tempatnya, budayakan menanam pohon dan merawatnya sehingga mendapatkan hasil yang maksimal dari penanaman pohon.

Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Kalimantan Tri Bangun L Sony/Foto: Ferry Cahyanti.
Lihat juga...