SDN 3 Pasuruan Maksimalkan Peran Dokter Kecil di Lingkungan Sekolah
LAMPUNG – Dua dokter kecil bernama Aditya Wahyu Putra siswa kelas 6 dan Gadiza Khairulatifa Amin siswa kelas 5 SDN 3 Pasuruan, terlihat cekatan menyiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan salah satu siswa kelas satu yang terjatuh saat bermain di lingkungan sekolah.
Adit dan Gadiza segera melakukan pembersihan pada luka dengan air bersih serta menyiapkan kasa kompres steril, plester luka, alkohol, betadine serta peralatan lain untuk mengobati siswa kelas satu yang terjatuh tersebut. Tak lupa memberikan perban pada luka tangan kiri siswa yang terjatuh tersebut.
Meski sebagai simulasi proses pertolongan pertama pada kecelakaan yang dialami oleh salah satu siswa tersebut, namun keberadaan dokter kecil tetap selalu siaga saat dibutuhkan guna melakukan proses pertolongan pertama di ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Adit dan Gadiza mengaku, sudah mendapat pelatihan dari dokter Puskesmas rawat inap Penengahan bersama puluhan siswa dari sekolah lain sebagai dokter kecil engkap dengan pengenalan dan penggunaan berbagai jenis obat-obatan yang ada di kotak Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di ruang UKS setiap sekolah.
“Saya memang sudah dilatih dan ditunjuk sebagai dokter kecil sekolah sejak kelas empat hingga kini sehingga sudah bisa menolong kawan yang sakit saat ada di lingkungan sekolah atau di rumah,” terang Aditya Wahyu Putra saat ditemui Cendana News di ruang UKS SDN 3 Pasuruan Kecamatan Penengahan, Jumat (25/8/2017).
Sebagai dokter kecil yang sudah mahir dalam melakukan pertolongan pertama bagi teman-temannya yang sakit perut, pingsan atau mengalami luka, dirinya pun sudah dibekali dengan keahlian untuk menggunakan berbagai sarana kesehatan yang ada di ruang UKS. Pertolongan pertama tersebut diakuinya dilakukan sebelum siswa harus dibawa ke Puskesmas untuk mendapat perawatan lanjutan bahkan bisa diobati tanpa harus dibawa ke Puskesmas.
Adit juga bersama dokter kecil lain telah beberapa kali melakukan pertolongan pertama bagi siswa yang cedera di sekolah dengan penanganan pertama dilakukan di UKS. Selain ikut membantu siswa yang mengalami kecelakaan kecil di lingkungan sekolah, Adit menyebut hari ini dirinya juga membantu kegiatan Puskesmas rawat inap Penengahan dalam kegiatan pemeriksaan dan penyuluhan pola hidup bersih serta sehat yang dilakukan secara terpadu oleh petugas Puskesmas dari pelaksana program UKS, gizi, promosi kesehatan, dan berbagai pelaksana program lain.
Menurut Kanti Handayani selaku pembina UKS Puskesmas rawat inap Puskesmas Penengahan yang ada di SDN 3 Pasuruan, ia menyebut, memilih sebanyak dua siswa laki-laki dan perempuan untuk menjadi dokter kecil. Sebagai siswa dengan adanya dokter kecil tersebut bisa meningkatkan kesadaran akan menjaga kesehatan bagi diri sendiri dan di lingkungan sekolah.
Kanti Handayani menyebut, Usaha Kesehatan Sekolah SDN 3 Pasuruan menjadi salah satu usaha sekolah untuk menolong murid dan juga warga sekolah yang sakit di lingkungan sekolah sekaligus menjadi wahana belajar mengajar untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat sehingga meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.
“Kita sudah memiliki ruang khusus untuk UKS karena ruangan tersebut sangat penting dilengkapi dengan fasilitas tempat tidur, kamar mandi dan berbagai obat-obatan lengkap yang digunakan untuk pertolongan pertama,” terang Kanti Handayani.
Kepada dokter kecil dan siswa yang terlibat dalam kegiatan UKS ia menyebut beberapa hal yang dilakukan dalam rangkaian tugas UKS di antaranya dokter kecil, Palang Merah Remaja dan piket sekolah. Selain itu para siswa juga dilatih untuk melakukan kegiatan penghentian proses penyakit tahap dini, peningkatan kemampuan peserta didik yang cidera serta penyembuhan dan pemulihan akibat proses penyakit.
Di bawah bimbingan kepala sekolah SDN 3 Pasuruan Drs. Herianto, MM.Pd, penyelenggaraan peningkatan kesehatan sekolah melalui UKS juga dilakukan bekerjasama dengan UPT Dinas Kesehatan Puskesmas Rawat Inap Penengahan di antaranya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan gigi, mulut, penimbangan berat badan serta mengajak siswa melakukan gosok gigi bersama.
Kegiatan rutin yang dilakukan sebagai kunjungan bulanan Puskesmas rawat inap Penengahan sekaligus bersamaan dengan bulan imunisasi anak sekolah yang sudah dilakukan dengan pemberian imunisasi campak dan rubella. Pada kunjungan tersebut, petugas Puskesmas rawat inap Penengahan juga melakukan penyuluhan pola hidup bersih dan sehat serta pemeriksaan fasilitas UKS yang ada di SDN 3 Pasuruan.
“Kita lakukan pemeriksaan kesehatan siswa mulai dari gigi dan mulut serta pemeriksaan jajanan di kantin sekolah serta memeriksa alat-alat di ruang UKS yang perlu ditambah,” terang Hestiningsih petugas medis dari Puskesmas rawat inap Penengahan.
Bagi siswa yang akan mendapat pembelajaran tata cara sikat gigi yang benar, para siswa sebelumnya sudah diminta membawa gelas dan sikat gigi dari rumah sehingga pelaksanaan sikat gigi yang benar bisa dipraktikkan di rumah.
