Ratusan Orang Tua di Sukoharjo Tolak Imunisasi MR

SOLO — Gerakan nasional imunisasi Campak dan Rubela (MR) yang tengah gencar dilakukan oleh pemerintah, sepertinya tidak diterima oleh seluruh masyarakat. Penolakan terhadap imunisasi MR tersebut mulai muncul, seperti yang terjadi di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Setidaknya terdapat hampir 500 surat penolakan akan imunisasi MR itu dilayangkan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sukoharjo. Mereka yang menolak anaknya diberikan vaksin MR itu sebagian besar karena ragu akan kehalalan vaksin imunisasi.

“Pada intinya mereka yang menolak ada yang keberatan ada pula yang ragu tentang kehalalal vaksin,” papar dr Guntur Subiyantoro selaku Wakil Ketua MUI Sukoharjo di sela kegiatan sosialsiasi imunisasi MR di sekolah Muhammadiyah Sukoharjo, Rabu (16/8/2017).

Penolakan imunisasi MR yang dilayangkan kepada MUI hinga pertengahan Agustus ini tercatat sudah ada 499 surat. Sebagian besar surat yang dilayangkan berasal dari orang tua/wali murid dari sekolah yang berbasis agama.

MUI menduga, banyaknya surat penolakan yang dilayangkan karena kurangnya pemahaman dan informasi terkait imunisasi MR. “Terlebih banyaknya informasi yang simpang siur dan hoax akan vaksin MR akhir-akhir ini menambah kekhawatiran dari orang tua. Meski begitu, kami siap melakukan penjelasan dan sosialisasi,” terang Guntur.

Diakui MUI, saat ini banyak sekali informasi yang menyesatkan terkait vaksin MR. Mulai dari bahan yang digunakan disebarkan menggunakan bahan haram, imunisasi justru membuat daya tahan tubuh kian rentan terkena penyakit, serta berbagai berita bohong atau hoak lainnya.

Sebagai lembaga yang telah dipercaya oleh pemerintah, MUI meminta agar masyarakat mencari informasi dari sumber yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. “Kita himbau untuk masyarakat bisa mencari informasi kebenaran vaksin MR ini ke DKK ataupun ke MUI. Karena MUI sudah memastikan vaksin MR produksi dari Biofarma adalah produk halal,” tandasnya.

Indikasi penolakan terhadap imunisasi MR di Sukoharjo tidak hanya melalui 449 surat penolakan. Menurut Guntur, di Sukoharjo pada dasarnya masih lebih banyak orang tua yang menolak anaknya diberikan vaksin MR. “Bahkan ada info kalau lebih dari 1000 orang tua yang tidak mau anaknya diimunisasi MR,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala DKK Sukoharjo, dr Nasruddin mengakui, jika hingga hari ini masih ada kekhawatiran terkait vaksin MR tersebut. Kendati demikian, DKK menghimbau agar masyarakat yang masih ragu akan vaksin yang tengah digalakkan pemerintah itu untuk mencari informasi kepada pihaknya.

“Kita terus menyelenggarakan sosialisasi ke sekolah-sekolah dengan menggandeng MUI. Kalau belum di vaksin, masih ada waktu hingga September. Imunisasi ini manfaatnya sangat besar, karena dapat mengantisipasi anak dari penyakit yang timbul dari penyakit campak dan rubella,” pungkas Nasruddin.

Imunisasi MR di KB TK Sukoharjo/Foto: Harun Alrosyid.
Lihat juga...