Petani Sukabaru Terus Tingkatkan Sarana Irigasi
LAMPUNG — Upaya peningkatan produksi hasil pertanian terus dilakukan oleh kelompok tani di wilayah Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Salah satunya dengan penambahan pembangunan infrastruktur penunjang seperti saluran irigasi.
Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sumber Rejeki di desa setempat, Suroto, mengungkapkan, dengan luasan lahan mencapai 30 hektare di wilayah Dusun Buring, sarana irigasi merupakan kebutuhan vital bagi ratusan petani, baik padi maupun palawija.
Menurut Suroto, sebelum ada saluran irigasi permanen dengan sistem semen, sebagian besar petani masih memanfaatkan air irigasi yang bersumber dari Gunung Rajabasa, yang mengalir melalui sungai-sungai kecil ke arah Way Pisang, selanjutnya mengalir sebagian ke Way Jejur.
Puluhan petani pemakai air di bawah kelompok P3A Sumber Rejeki bahkan puluhan tahun memanfaatkan air irigasi dari bendungan permanen Way Jejur, yang dialirkan menggunakan pintu air. Irigasi terbuat dari tanah tersebut selanjutnya berkat perjuangan P3A Sumber Rejeki memperoleh bantuan pembangunan saluran irigasi permanen sepanjang 375 meter pada 2016.
“Bantuan saluran irigasi permanen tersebut kami gunakan untuk mengairi lahan sawah dan sebagian lahan palawija yang membutuhkan air, sementara kami memiliki dua jalur saluran irigasi dari Way Jejur, sehingga tahun ini kami mengajukan bantuan lagi untuk titik yang belum mendapat saluran irigasi permanen”, terang Suroto, Senin (21/8/2017).
Bantuan senilai puluhan juta yang digunakan untuk pembangunan saluran irigasi permanen, kata Suroto, dikerjakan secara swakelola oleh anggota P3A Sumber Rejeki, untuk mengetahui kualitas pengerjaan proyek irigasi dan sesuai dengan kebutuhan. Berkat proses pengerjaan secara swakelola dengan pola pengerjaan yang baik, saluran irigasi pada tahun anggaran 2016 hingga saat ini mampu mengalirkan air dari Sungai Way Jejur yang mengalir bening dan lancar. Selain dimanfaatkan sebagai pasokan air sawah, sebagian warga bahkan memanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar dengan sistem kolam.
Keberhasilan pengelolaan pembangunan sistem irigasi yang baik terkoneksi antara sungai, bendungan, saluran irigasi, sehingga pasokan air untuk lahan pertanian lancar membuat kelompok P3A Sumber Rejeki kembali mendapat bantuan saluran irigasi pada tahun anggaran 2017.
Suroto menyebut, bantuan tersebut bersumber dari Satuan Kerja Operasional Sumber Daya Air (SDA) Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS-MS) dengan alokasi saluran irigasi permanen sepanjang 500 meter.
“Alokasi bantuan sudah direalisasikan dengan pembuatan saluran irigasi yang tengah dikerjakan menyambung dengan saluran irigasi yang sudah dibangun sebelumnya”, ungkap Suroto.
Pengerjaan saluran irigasi sepanjang 500 meter, diakui Suroto sempat terhenti selama sepuluh hari, oleh adanya kendala larangan pihak pemerintah desa agar kendaraan truk pengangkut material batu seberat 5 ton lebih melintasi jalan desa. Alasan tersebut cukup kuat, karena jalan desa yang dibangun dengan sistem rigid beton masih dalam tahap pengeringan dan baru boleh dilintasi sepuluh hari ke depan.
Ia menyebut, pembangunan saluran irigasi sepanjang 450 meter tersebut akan dilanjutkan setelah kendaraan pengangkut material bisa melintasi wilayah tersebut, sementara pengerjaan dilakukan menghabiskan material yang sudah disiapkan. Ia juga menyebut pembangunan jalan desa bersebelahan dengan saluran irigasi ikut membantu petani dalam proses pengangkutan hasil pertanian.
“Berkat jalan desa ditambah dengan saluran irigasi memadai petani diuntungkan untuk distribusi hasil pertanian, sehingga petani tinggal fokus peningkatan produksi hasil pertanian pada masa tanam tahun ini”, terang Suroto.
Supandi, petani Dusun Buring, menyebut sebagian petani bahkan kini tak perlu kuatir melakukan proses pengangkutan hasil pertanian yang sebelumnya sulit akibat akses jalan yang rusak. Kemudahan juga ditambah dengan pembuatan saluran irigasi dari Way Jejur yang membuat petani tidak kuatir kesulitan air untuk lahan pertanian.
“Kami terbantu dengan adanya saluran irigasi yang diberikan dan semoga ini bisa meningkatkan produktivitas hasil pertanian”, ungkap Supandi.
Sebagian petani yang ikut dalam poktan dan P3A Sumber Rejeki, beranggotakan 30 petani tersebut, juga berharap mendapat bantuan alat dan mesin pertanian, seperti traktor pengolah tanah yang sebagian kelompok petani lain sudah menerima. Bantuan alsintan tersebut sekaligus akan bisa meningkatkan produksi tanaman padi dengan hasil rata-rata 5 ton per hektare dengan varietas padi IR 64 dan Ciherang.