Pembangunan Kereta Api Trans Sumatera Ditargetkan Rampung 2030
PADANG — Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulmafendi mengatakan pembangunan jaringan Kereta Api Trans Sumatera dari Aceh hingga Lampung yang akan melewati beberapa daerah di Pulau Sumatera sudah masuk dalam rencana induk perkertaapian nasional.
“Jadi pembangunan jaringan Kereta Api Trans Sumatera sudah masuk dalam rencana induk perkeretaapian nasional. Sehingga, bukan sebuah wacana lagi. Kita ingin targetkan pada 2030 sudah rampung dan dapat dijadikan sebagai jalur untuk moda transportasi alternatif masyarakat,” ujarnya di Padang, Selasa (8/8/2017).
Ia menjelaskan, untuk jaringan perkertaapian Trans Sumatra yang ditargetkan tahun 2030 tersebut akan menempuh jarak sepanjang 2.856 Km. Dengan rincian Jaringan Kereta api antar kota, kereta api perkotaan, kereta api bandara dan kerta api pelabuhan.
“Untuk jaringan kereta api antar kota meliputi Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Palembang, Bandar Lampung. Kemudian jaringan kereta api perkotaan yakni, Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, bandar Lampung serta Batam. Lalu ada jaringan kerta api bandara yaitu, Kualanamu, Minangkabau, Sultan Mahmud Badarudin Dua dan Hang Nadim. Terakhir jalur kereta api pelabuhan seperti Lhokseumawe, Belawan, Dumai, Tanjung Api-api, Dumai, Teluk Bayur dan Panjang,” katanya.
Zulmafendi menyebutkan untuk kebutuhan sarana tahun 2030, direncanakan lokomotif penumpang 145 unit, lokomotif barang 760 unit, kereta 1.435 unit dan gerbong 15.170 unit. Ia berharap, dengan aktifnya kembali jalur perekeretaapian yang menghubungkan antar daerah di Sumatera, dapat menjadi sebuah moda transpotasi yang alternatif bagi masyarakat serta menunjang perekonomian.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Amran menyebutkan, bahwa Pemprov Sumbar mendukung sepenuhnya jalur kereta api untuk dihidupkan kembali. Karena, Sumbar dari dahulu merupakan bagian dari perkeretaapian Indonesia. Gubernur sangat mendukung hal ini dengan membentuk tim percepatan pembangunan perkeretaapian di Sumbar yang berisikan kepala daerah yang dilewati jalur kereta api ini.
“Tidak hanya membentuk tim percepatan, gubernur telah beberapa kali memberikan arahan setiap rakor kepada kepala daerah untuk ikut membantu penyelesaian persoalan di daerahnya terkait jalur kereta api yang saat ini tidak aktif dikarenakan ada bangunan di atas rel,” paparnya.
Menurutnya, untuk jaringan Trans Sumatera perekertaapian, Sumbar hanya perlu menghidupkan rel yang telah ada saja dengan melakukan beberapa perbaikan.