Musim Kemarau, Petani Mulai Tanam Tembakau

YOGYAKARTA — Memasuki musim kemarau pada Agustus ini, sejumlah petani di kecamatan Kalasan, Sleman mulai beralih menanam tembakau. Lahan-lahan pertanian yang sebelumnya digunakan untuk menanam padi dan palawija, nampak dipenuhi tanaman tembakau.

Salah satunya terlihat di dusun Kramen, Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Puluhan hektar lahan pertanian di kawasan ini nampak dipenuhi tanaman tembakau muda berusia 1-2 bulan. Salah seorang petani tembakau, Muji Raharjo (70) mengaku selalu menanam tembakau saat memasuki musim kemarau seiring menurunnya debit air.

Para petani tembakau di kawasan perbatasan Sleman dan Klaten ini pun masih menggunakan cara tradisional dalam menanam tembakau.

Tak sedikit dari mereka memanfaatkan hewan ternak untuk menggarap lahan, salah satunya proses ‘ndangir’ yakni membuat bedengan serta cekungan kecil diantara tanaman tembakau.

“Ini dilakukan saat tanaman tembakau berusia 20 hari sampai satu bulan. Kalau memakai sapi, jauh lebih cepat dibanding memakai tenag manusia. Selain itu juga tidak butuh biaya. Hanya saja sapi yang dipakai harus jinak,” katanya.

Sementara itu petani tembakau lainnya, Sugiyo, mengaku menamam tembakau di lahan seluas 1800 meter persegi miliknya. Ia berharap pada musim tanam kali ini, hasil tembakau yang diperoleh bisa lebih baik dari tahun lalu. Pasalnya cuaca buruk dengan banuaknya hujan di musim kemarau membuat tanaman tembakau miliknya rusak.

“Semoga dengan cuaca yang lebih baik pada tahun ini, hasil panen jug lebih baik dibandingkan tahun lalu. Karena tahun lalu banyak tembakau rusak akibat terendam air hujan. Tembakau memang tanaman kering yang tidak boleh terkena banyak air,” ujarnya.

Lihat juga...