Komisi IV DPR RI: Alih Teknologi Harus Terus Ditingkatkan
YOGYAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, Titiek Soeharto, mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (BPTBA-LIPI) Yogyakarta, dalam melakukan berbagai penelitian serta alih dan transfer teknologi kepada masyarakat.
Titiek Soeharto pun berharap, BPTBA LIPI dapat terus membantu masyarakat, baik para petani, peternak maupun pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya, agar lebih maju dengan penerapan teknologi. ” Banyak sekali inovasi teknologi yang sudah dilakukan dan ditularkan pada masyarakat. Upaya ini harus terus ditingkatkan, agar bisa lebih maksimal dalam membantu petani, peternak maupun pelaku usaha,” ujar Titiek Soeharto, saat mengunjungi ke Kantor BPTBA LIPI, di Jalan Wonosari, Playen, Gunungkidul, Senin (7/8/2017).
Kepala BPTBA LIPI, Hardi Julendra, mengatakan, BPTBA Yogyakarta yang sebelumnya bernama UPT Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia (BPPTK) merupakan satuan kerja LIPI yang memiliki tugas pokok dan fungsi melakukan riset atau penelitian serta alih teknologi kepada masyarakat. Baik itu di bidang pangan, pakan maupun bidang energi.
Selama ini, BPTBA LIPI Yogyakarta telah berhasil mentransfer ilmu maupun teknologi dalam membantu meningkatkan kuantitas maupun kualitas produksi usaha masyarakat.

“Kita telah banyak melakukan riset maupun alih teknologi pada masyarakat. Selama 5 tahun terakhir, kita bahkan sudah memiliki 60 lebih UMKM binaan yang menerima alih teknologi. Melalui transfer teknologi inilah kita berupaya membantu meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi UMKM. Contohnya, seperti pembuatan kemasan gudeg kaleng, pengolahan biji kakau menjadi cokelat, hingga pemanfaatan zat organik sebagai penambah nafsu makan ternak,” katanya.
Dari alih teknologi itu, lanjut Hardi, masyarakat baik petani maupun pelaku UMKM binaan BPTBA LIPI Yogyakarta, kini dapat memajukan usahanya. Di antaranya seperti Gudeg Bu Citro yang kini telah memiliki usaha pengalengan sendiri dan warga masyarakat Taman Teknologi Pertanian Nglanggeran yang telah mampu mengolah kakau menjadi berbagai macam produk olahan cokelat.