Harga Bawang Merah Turun Drastis, Petani di Nganjuk Menjerit

PONOROGO — Komoditas bawang merah kini tengah melimpah ruah di Nganjuk karena sedang panen raya menyebabkan harga turun dratis. Dimana untuk saat ini, hanya mencapai Rp 8 ribu per kilogram.

“Padahal biasanya harga Rp 15 ribu per kilogram di tingkat petani, sekarang cuma Rp 8 ribu,” jelas salah satu petani bawang merah, Sri Widodo (56 tahun) saat ditemui Cendana News, Senin (7/8/2017).

Menurutnya, turunnya harga bawang merah ini disebabkan banyaknya pasokan di pasar. “Petani bawang merah sedang panen raya, terutama dari Nganjuk dan Kediri,” ujar warga Desa Kunti, Kecamatan Bungkal.

Harga jual yang rendah di tingkat petani, tak pelak membawa kerugian tersendiri. Harga jual dengan modal yang dikeluarkan tidak sebanding. “Ini rugi hingga 40 persen, tenaga saya setiap sore menyiram tidak saya hitung,” cakapnya.

Ia berharap harga bawang merah bisa naik, setidaknya balik modal dan pasokan dari luar kota harusnya dikurangi, mengingat dalam kota Ponorogo sendiri para petani juga sedang panen.

“Ini saya juga sudah mulai menanam lagi, semoga harganya bagus saat panen nanti,” tukasnya.

Lahan bawang merah milik Sri Widodo – [Foto : Charolin Pebrianti]
Salah satu penjual di Pasar Bungkal, Nyatun (58 tahun) mengatakan harga bawang merah sekarang turun Rp 15 ribu per kilogram dari minggu lalu harga Rp 20 ribu per kilogram.

“Banyak pasokannya, jadi turun Rp 5 ribu per kilogramnya,” tuturnya.

Lihat juga...