“Hanoman Duta” Persembahan TMII Nan Spektakuler

JAKARTA — Pagelaran Ramayana Episode “digelar di Candi Bentar Taman Mini Indonesia Indah(TMII), Jakarta Timur, Minggu (6/8/2017) malam.

Pagelaran ini dihadiri oleh Direktur Umum TMII Bambang Parikesit, Direktur Budaya TMII Sulistio Tirtokusumo, Vice Presiden Director Nikko, Tetsuo Takatsugu, Sarasmani Sampurno, dan undangan lainnya.

Pagelaran Hanoman Duta dengan sentuhan kaloborasi yang apik dengan penataan akustik yang bagus, mengisahkan dalam usaha merebut kembali Dewi Sinta dari Rahwana, Rama mendapat dukungan dari Sugriwa beserta rakyat dan prajurit Kera.

Hanoman seorang Senopati dari kerajaan Kera terpilih sebagai duta untuk melihat keadaan Dewi Sinta dan menyelediki kekuatan serta pertahanan kerajaan Alengka.
Rama yang sedang dihadap balatentara kera menunggu kesaguhan Sugriwa yang sanggup mengajukan Senopatinya untuk diutus menuju Alengka.

Sugriwa menunjuk Anggada untuk menjadi Senopati. Kemudian datang Hanoman yang kurang setuju karena khawatir dengan keselamatan Anggada. Perdebatan pun tak terkelakan hingga terjadi pertengkaran antara Hanoman dan Anggada.

Anggada dapat dikalahkan Hanoman.Hanoman pun mendapat tugas menuju Alengka untuk memberikan cincin dan memastikan keadaan Dewi Sinta, sekaligus untuk mengukur kekuatan Alengka. Hanoman beserta tentara Kera pun menuju Alengka.

Kisah ini pun menghantarkan Hanoman di perbatasan samudera Alengka atau Goa Windu. Disana tinggal seorang putru bernama Dewi Sayempraba. Hanoman mengutarakan keinginannya menuju Alengka.

Dewi Sayempraha juga salah satu selir Rahwana, mencoba mengagalkan niat Hanoman yang memberikan buah-buahan beracun hingga Hanoman dan pasukannya buta.

Akhirnya, Hanoman bertemu dengan Resi Sempati yang sedang sakit. Hanoman sanggup untuk menyembuhkan asal Resi Sempati dapat menolong Hanoman dan pasukannya hingga melihat kembali.

Hanoman merasa khawatir dengan pasukannya untuk kembali pulang dan akan melanjutkan perjalanannya lewat udara. Di tengah samudera Alengka dihuni oleh seorang raksasa bernama Wil Kataksini, sedang berjaga di tengah lautan.

Hanoman yang terlihat melintas di atas awan langsung disedot oleh Wil Kataksini hingga masuk ke dalam perutnya. Dengan kesaktiannya, Hanoman dapat keluar dari perut Wil Kataksini hingga terjadi pertempuran dan akhirnya Wil Kataksini dibunuh Hanoman.

Dewi Sinta yang sedang sedih hatinya di hibur oleh Dewi Trijata dan Putri Taman Alengka. Datang Rahwana yang terus menggoda untuk menjadikan istrinya. Namun, Dewi Sinta menolak dengan tegas dan memilih mati daripada harus bersanding dengan Rahwana. Rahwana marah mendengarnya, lalu mencoba membunuh Dewi Sinta, namun dihadang oleh Dewi Trijata.

Kehadiran Hanoman sebagai Duta Sri Rama untuk menyerahkan Kalpiko sebagai tanda kasih berlanjut bukan hanya memporakporandakan Taman Soka tetapi juga mengakibatkan perpecahan antar saudara di Alengka. Tragisnya, Sang Adik tercinta Gunawan Wibisana terusir dari negerinya Alengka Diraja.

Pagelaran garapan sutradara dan koreografer Elly D. Luthan dan penata gendang Kadar Suwarsono ini mampu membius penonton yang hadir di Candi Bentar TMII, Sabtu (6/8/2017) malam. Tak bisa dipungkiri, pentas Ramayana inilah yang membuat TMII punya daya tarik bagi pengunjung.

Direktur Budaya TMII, Sulistio Tirtokusumo mengatakan, Sendratari Ramayana sebetulnya mulai pentas di TMII pada saat peresmian TMII 20 April 1970.

Kemudian setelah tahun 2000 sendratari Ramayana ini vakum, baru pada tahun 2016 dan 2017 ini ditampilkan kembali pentas yaitu dengan 3 episode, pertama Sinta Ilang dan episode kedua Sinta Obong.

“Diharapkan dengan pementasan Sendratari Ramayana ini, kita semua bisa melihat dan menginternalisasi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita Ramayana ini,” kata Sulistio kepada Cendana News ditemui usai pagelaran sendra tari Ramayana.

Suksesnya Sendratari Ramayana tersuguhi semangat para penari yang tergabung dari beberapa diklat yang berperan menyukseskan pagelaran Sabtu malam ini.

Di antaranya Diklat Lampung, Bina Seni Atmaja Pelangi Nusantara TMII, W.O Remaja Bharata Jakarta, Diklat Anjungan DKI Jakarta dan Sanggar Surya Kirana.

“Khusus untuk Ramayana ini mereka kita kumpulkan untuk dilatih mendukung pentas sendratari ini,” ujar Sulistio.

Elly menambahkan, pentas sendra tari lebih pada bagaimana penghidupkan kembali Ramayana yang dulu menjadi ikon TMII.”Kenapa Hanoman Duta, karena ini episodenya.Jadi ini episode 2.

Episode pertama adalah Sinto Ilang, dan yang episode ketiga Sinto Obong yang akan digelar pada Minggu, 15 Oktober 2017 mendatang,” ungkap Elly.

Bagi Elly, pengarapan sendra tari Ramayana episode “Hanoman Duta” ini tidak sulit, hanya saja kendalanya adalah karena materinya dari berbagai anjungan, yang mereka tidak sepenuhnya penari Jawa.

Sehingga bagaimana dirinya harus memasukan filosofi tari ini, bagaimana mensport kemampuan para penari untuk hadir sebagai penari Jawa.

“Bagaimana sendra tari ini jadi milik mereka, bukan kami yang memberikan tapi mereka butuh, mereka rindu. Nah, ini pentas akan menjadi lebih baik,” ujar Elly.

Lihat juga...