Untuk Ekspor, UKM NTB Terapkan Digital Banking

MATARAM  — Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Putu Selly Andayani mengatakan ekspor NTB sampai sekarang masih banyak didominasi sektor pertambangan, sementara sektor lain seperti sektor pertanian termasuk UMKM masih sangat rendah.

“Ekspor kita paling besar masih didominasi sektor pertambangan, sementara sektor UKM masih sangat rendah, hanya 0,10 persen,” kata Selly di Mataram, Selasa (1/8/2017)

Padahal dari segi potensi, produksi UKM kita sangat potensial dan menjanjikan, baik berupa produk olahan maupun produk kerajinan yang dihasilkan para pelaku UKM.

Ia mencontohkan produk Grabag Desa Wisata Banyu Mulek, Kabupaten Lombok Barat misalkan dulu pasarannya melejit dan menjadi salah satu tujuan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara, tapi semenjak kasus bom Bali pada 2001, usaha kerajinan gabah seakan mati suri.

Termasuk kerajinan ketak, Desa Beleka Lombok Tengah, kain tenun rangrang, Desa Sukarara, Kabupaten Lombok Barat, Kerajinan Cukli dan sejumlah kerajinan lain.

“Masalah kemampuan melakukan banding dan pemasaran yang kebanyakan masih dilakukan dengan cara manual, menjadi salah satu faktor kenapa nilai jual rendah” katanya.

Karena itu harus ada perubahan mindset di antara para pelaku UKM, bagaimana meningkatkan nilai jual produk yang dihasilkan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas penjualan

Selly mengatakan, salah satu terobosan yang dilakukan untuk meningkatkan nilai jual dan ekspor hasil produk UKM di NTB adalah, dengan mengubah pola penjualan dan transaksi dari tunai menjadi non tunai melalui digital banking.

“Transaksi penjualan yang dilakukan melalui digital banking selain mengurangi biaya pengiriman, juga memungkin masyarakat pelaku UKM bisa melakukan transaksi langsung dengan para buyer, tanpa melalui perantara yang tidak jarang merugikan UKM,” jelas Selly.

Selain itu transaksi melalui non tunai juga memungkinkan masyarakat pelaku UKM bisa terhindar dari resiko kejahatan, seperti penipuan, uang palsu dan kejahatan lain.

Ditambahkan, beberapa produk UKM yang telah menerapkan transaksi digital banking adalah, kerajinan mutiara Sekarbela, Kota Mataram, kerajinan ketak, Desa Beleka, Kabupaten Lombok Tengah, kerajinan tenun, Desa Sukarara Lombok Barat dan Kerajinan Cukli.

Untuk membantu mengakomodir produk UKM NTB yang telah melakukan ekspor, Disperindag NTB pada 17 Agustus akan melaunching e-shop sebagai media transaksi penjualan bagi pelaku UKM, dengan menggandeng PT.Post Indonesia.

Lihat juga...