Dinkes Lamsel Tetapkan Kawasan Tanpa Rokok ke Sekolah

LAMPUNG – Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) melalui Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Rawat Inap Penengahan melakukan kunjungan ke sejumlah Sekolah Dasar dengan melibatkan tim terpadu dari pelaksana program Promosi Kesehatan, bagian gizi serta berbagai pelaksana program lain diantaranya UKS dan PHBS.

Menurut Bidan Emalia selaku Pelaksana Program Promosi Kesehatan UPT Puskesmas Rawat Inap Penengahan, kegiatan kunjungan ke sekolah sekolah tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan lingkungan sekolah dan juga kesehatan anak usia sekolah dalam kehidupan sehari-hari. Pada pelaksanaan tahun ajaran baru sekolah ini SDN 1 Pasuruan mendapatkan jadwal sebagai sekolah ke delapan dari sebanyak 31 sekolah SD sederajat yang akan dikunjungi.

Bidan Emalia menyebut kegiatan tersebut merupakan kegiatan penjaringan murid tingkat SD/MI kelas 1 tahun ajaran 2017/2018 yang masih dalam masa pertumbuhan serta berbagai kegiatan diantaranya Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat, Penyuluhan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja, Penyuluhan Surveilens, Pemeriksaan lingkungan sekolah, pemeriksaan makanan dan minuman, pemeriksaan gigi dan garam. Selain itu kegiatan kunjungan ke sekolah menekankan pentingnya Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan sekolah agar tercipta lingkungan yang sehat.

Khusus untuk program Kawasan Tanpa Rokok, pelaksana Program Promkes Bidan Emalia menyebut telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman KTR di tiga sekolah diantaranya SMAN 1 Penengahan, SMPN 1 Penengahan dan SDN 3 Pasuruan. Sekolah yang sudah sepakat menjadikan kawasan tanpa rokok bahkan telah melakukan pemasangan baner dan imbauan agar tidak merokok di kawasan tersebut untuk menjaga kesehatan lingkungan sekolah, siswa dan guru.

Pemeriksaan kesehatan gigi, mulut, kuku siswa oleh petugas UPT Puskesmas rawat inap Penengahan. [Foto: Henk Widi]
“Kegiatan penyuluhan kesehatan di sekolah sekolah ini merupakan kegiatan rutin dan melibatkan berbagai pelaksana program yang ada di Puskesmas agar para siswa memahami pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan rumah, sekolah dengan kesadaran mandiri,” terang Bidan Emalia selaku pelaksana program Promosi Kesehatan UPT Puskesmas Rawat Inap Penengahan saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (10/8/2017).

Pelaksanaan penyuluhan diakui oleh Emalia juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh siswa mulai kelas 1 hingga kelas 6 meliputi penimbangan berat badan, pemeriksaan gigi, mulut, mata dan tenggorokan. Dalam pemeriksaan terhadap anak-anak sekolah ia menyebut petugas menemukan beberapa anak rata-rata memiliki masalah kesehatan seperti gigi yang rusak, telinga yang tersumbat serta berat badan yang kurang.

Menggunakan metode penyuluhan audio visual yang menarik bagi anak anak dengan penggunaan proyektor untuk menggambarkan pentingnya menjaga kesehatan dan penerapan pola hidup bersih dan sehat membuat anak anak di SDN 1 Pasuruan sebagai salah satu dari sebanyak 31 SD di Kecamatan Penengahan antusias.

“Kegiatan kunjungan kami diharapkan anak anak memiliki motivasi untuk menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat, makan sehat dan istirahat yang cukup,” ungkap Emalia.

Ani Sukartinah yang juga pelaksana program gizi UPT Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Penengahan menegaskan, kegiatan Dinas Kesehatan yang rutin dilakukan ke sekolah-sekolah tersebut dilakukan secara rutin setiap tahun ajaran baru. Salah satu upaya yang dilakukan pihak Dinas Kesehatan dalam memantau gizi anak anak diantaranya dengan melakukan pemeriksaan terhadap jajanan sekolah atau makanan dan minuman yang dijual di sekolah oleh para pemilik kantin sekolah.

“Selain berdampak pada gizi dan kesehatan gigi serta tubuh kita juga beri penyuluhan kepada pemilik kantin sekolah agar menjual makanan sehat dan selalu tertutup rapat agar terjaga kebersihannya,” terang Ani Sukartinah.

Setelah mendapat berbagai penyuluhan dan tim dari UPT Puskesmas melakukan pemeriksaan beberapa kantin sekolah di SDN 1 Pasuruan tim juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi water closet (WC) yang ada di lingkungan sekolah serta ketersediaan tempat cuci tangan di sekolah dan fasilitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Bagi siswa kelas 1 dan kelas 2 yang mendapat pemeriksaan gigi dan mulut juga dilakukan praktek menggosok gigi bersama dengan tekhnik menggosok gigi yang benar serta proses mencuci tangan yang benar.

Kepala Sekolah SDN 1 Pasuruan, Suroto mengungkapkan kehadiran petugas Dinas Kesehatan melalui UPT Puskesmas rawat inap Penengahan merupakan upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan para siswa. Suroto berharap para siswa yang langsung mendapat penyuluhan kesehatan dari para bidan tersebut bisa melaksanakan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah dan saat berada di rumah.

Pemeriksaan makanan dan minuman ringan yang dijual kantin sekolah. [Foto: Henk Widi]

 

 

Lihat juga...