CHICAGO – Sebuah tes yang memindai darah untuk melihat DNA spesifik tumor dapat mengidentifikasi kanker tahap awal pada lebih dari separuh dari 138 pasien dengan penyakit tersebut. Demikian sebuah laporan peneliti Amerika Serikat.
Teknologi tersebut menandai sebuah tonggak baru dalam desakan untuk menemukan penyakit kanker sejak dini dengan apa yang disebut “biopsi cair”. Beberapa perusahaan telah menawarkan tes DNA yang bisa mendeteksi DNA dalam darah penderita kanker stadium akhir. Tes semacam itu digunakan untuk membantu memandu pengobatan maupun mengidentifikasi apakah kanker muncul kembali setelah operasi.
Peneliti di balik tes tahap awal berharap teknologi tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi kanker pada tahap ketika pasien memiliki kesempatan lebih baik untuk bertahan hidup.
“Sepengetahuan kami, ini adalah salah satu studi pertama yang melihat secara langsung pada kanker tahap awal,” ujar profesor onkologi di Pusat Kanker, Johns Hopkins Kimmel Dr Victor Velculescu, yang studinya dipublikasikan di jurnal Science Translational Medicine.
Dalam membuat pengujian, tantangannya adalah untuk mengidentifikasi DNA langka dari kanker sebenarnya, sementara mengabaikan jenis perubahan genetik lainnya yang dapat terjadi saat sel darah membelah atau perubahan genetik yang dibawa saat lahir pada seseorang.
Untuk penelitian ini, tim menyaring sampel darah dari pasien kanker payudara, paru-paru, rahim dan kolorektal, mencari 58 gen yang biasanya terkait dengan kanker ini.
Secara keseluruhan, mereka mampu mendeteksi 86 dari 138 kanker stadium I dan stadium II. Mereka juga mengurutkan mutasi pada tumor dari 100 pasien yang diteliti, dan menemukan bahwa pada 82 pasien, mutasi yang sama ditemukan pada darah berhubungan dengan yang ditemukan pada jaringan tumor.
Mereka juga melakukan tes pada 44 pasien yang sehat, dan hasil menunjukkan, bahwa tidak mendeteksi adanya mutasi yang diturunkan dari kanker.
Velculescu mengatakan, lebih banyak penelitian diperlukan pada populasi yang jauh lebih besar untuk membuktikan, bahwa tes tersebut dapat mengidentifikasi kanker stadium awal dengan aman dan akurat, yang akan memakan waktu hingga lima tahun.
“Harapannya, hal tersebut akan mengidentifikasi kanker pada tahap ketika pasien memiliki kesempatan lebih baik untuk bertahan hidup”, kata Velculescu.
Penggunaan pertama teknologi ini akan ditujukan pada pasien berisiko tinggi terkena kanker, seperti perokok berat. Selain menjadi peneliti di Johns Hopkins, Velculescu adalah salah satu pendiri Personal Genome Diagnostics, sebuah perusahaan biopsi cairan pribadi. (Ant)