Apel Besar HUT Pramuka ke-56, Bumbung Peduli Dikumpulkan

LAMPUNG – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun Pramuka yang diperingati setiap tanggal 14 Agustus digelar oleh puluhan gugus depan di Kecamatan Penengahan dari tingkat siaga, penggalang dan penegak dengan apel besar Pramuka yang langsung dipimpin oleh Maidin selaku Kepala Kwartir Ranting Penengahan.

Peringatan HUT Pramuka ke-56 tersebut dirayakan dengan penuh kesederhanaan tanpa kegiatan perkemahan Pramuka di bumi perkemahan Tri Dharma Yoga seperti pada tahun sebelumnya.

Diperingati secara sederhana namun pada peringatan HUT Pramuka ke-56, menurut Maidin, sejak sepekan sebelumnya telah dilakukan berbagai perlombaan yang diikuti oleh puluhan gugus depan gerakan Pramuka di Kecamatan Penengahan. Beberapa perlombaan yang sudah digelar misalnya pemberian hadiah pada puncak peringatan hari Pramuka ke-56 untuk lomba peraturan baris berbaris, senam pramuka dan lomba keterampilan Pramuka.

“Sesuai dengan tema apel besar hari Pramuka pada tahun ini bekerja untuk kaum muda mewariskan yang terbaik bagi bangsa, maka anggota Pramuka harus bisa menjadi contoh yang baik bagi generasi selanjutnya,” ungkap Maidin selaku Kepala Kwartir Ranting Penengahan dalam sambutannya pada apel besar HUT Pramuka ke-56 di lapangan Penengahan, Senin (14/8/2017).

Salah satu bukti untuk mewariskan hal-hal baik sebagai anggota Pramuka adalah mewujudkan salah satu gagasan yang dicetuskan oleh kwartir ranting Penengahan dengan mengumpulkan bumbung peduli Pramuka Kwaran Penengahan. Bumbung peduli yang dikumpulkan dari sebanyak 38 gugus depan di Kecamatan Penengahan tersebut langsung diserahkan oleh perwakilan masing-masing gugus depan dari tingkat SD, SMP dan SMA.

Penggunaan bumbung sebagai sarana pengumpulan donasi tersebut diakuinya karena bambu merupakan salah satu benda yang kerap dipergunakan sebagai pelengkap kegiatan Pramuka dan bisa dipergunakan sebagai celengan. Tujuan pembuatan bambu sebagai celengan atau bumbung tersebut diakui oleh Maidin untuk mengumpulkan donasi bagi anggota Pramuka yang membutuhkan bantuan akibat mengalami sakit atau musibah.

“Bumbung peduli ini akan kita kumpulkan setiap ada kegiatan Pramuka sebagai bentuk kepedulian setiap gugus depan bagi anggota Pramuka yang membutuhkan bantuan,” ungkap Maidin.

Tri Winarto, selaku sekretaris Kwaran Gerakan Pramuka Penengahan mengungkapkan, setiap bumbung yang diserahkan oleh masing-masing sekolah dengan rata-rata berisi lebih dari Rp100 ribu tersebut selanjutnya akan dikumpulkan dan dimasukkan dalam pos dana sosial. Pada apel besar HUT Pramuka ke-56 tersebut, Tri Winarto menyebut dari hasil pengumpulan bumbung peduli akan menjadi awal untuk pengumpulan dana sosial yang bisa dipergunakan untuk dana darurat.

Gagasan pengumpulan bumbung peduli dari setiap gugus depan diakuinya sekaligus upaya Kwaran. Penengahan menunjukkan kepedulian kepada anggota Pramuka yang membutuhkan karena selama ini bantuan diberikan secara spontan. Bumbung peduli Kwaran Penengahan tersebut juga diharapkan menggugah kesadaran setiap gugus depan pada masalah-masalah sosial yang perlu mendapat perhatian dan mendapatkan bantuan.

Pada puncak peringatan HUT Pramuka ke-56 tersebut berbagai satuan karya Pramuka di Kwaran Penengahan juga dilibatkan di antaranya Saka Wira Kartika Kodim 421-03/Penengahan, Saka Bakti Husada serta berbagai satuan karya Pramuka. Tri Winarto juga menyebut, selain program kegiatan apel besar HUT Pramuka ke-56, anggota Kwaran Penengahan juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan Raimuna Nasional XI di Bumi Perkemahan Cibubur.

Puluhan gugus depan membawa bumbung peduli untuk kegiatan sosial. [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...