Dinas Pertanian Flotim Dapat Bantuan Pengembangan Jagung Seluas 1700 Hektar
LARANTUKA – Dinas Pertanian Flores Timur (Flotim) untuk tahun 2017 akan mendapatkan bantuan dana dari APBN untuk pembelian benih padi dan jagung yang akan diperuntukan untuk pengembangan padi sawah Inbrida seluas 300 hektar, jagung seluas 1.700 hektar, kedelai 250 hektar serta bantuan unit pengelolaan pupuk organik sebanyak 4 unit.
Demikian disampaikan Soni Fernandez Aikoli, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Flores Timur saat ditemui Cendana News di kantornya, Senin (14/8/2017), terkait pengembangan tanaman padi dan jagung di Kabupaten Flores Timur.
Dikatakan Soni, pengembangan jagung hibrida akan dilakukan di lahan seluas 1700 hektar yang tersebar di 16 kecamatan sementara kedelai akan diperuntukkan bagi 9 kecamatan serta padi akan dipernutukan bagi kelompok tani di kecamatan Wulanggitang, Titehena, Adonara, Adonara Timur dan Adonara Barat.
“Kami juga mendapat bantuan dana dari APBD I Provinsi NTT untuk membiayai pengadaan benih dalam kegiatan pengembangan padi sawah di atas lahan seluas 100 hektar untuk kecamatan Demon Pagong, Titehena, Tanjung Bunga, Adonara Tengah dan Adonara Barat,” ujarnya.
Khusus pengembangan tanaman jagung Komposit, jelas Soni, akan dikembangkan di Kecamatan Solor Barat dan pengadaan semua benih yang nantinya akan diberikan kepada petani dilakukan oleh kontraktor melalui proses tender di luar Kabupaten Flotim.
‘”Dalam kegiatan pengembangan jagung Hibrida, petani juga akan mendapatkan bantuan dana untuk pembelian pupuk yang akan ditransfer ke rekening kelompok tani masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu Maria Loretha, salah seorang pegiat Sorgum di Kabupaten Flotim kepada Cendana News mengakui, potensi pengembangan Sorgum di Flotim sangat besar sebab banyak lahan kering yang merupakan lahan tidur yang belum digarap.
Selain itu tambah Maria, usai menanam jagung dan padi lading, lahan petani dibiarkan saja sehingga lebih baik ditanam Sorgum agar bisa memberikan manfaat ekonomi lebih bagi para petani yang mayoritas merupakan petani miskin.
“Masih banyak lahan tidur yang belum digarap padahal tanaman Sorgum sangat cocok dengan tanah disini yangbtergolong gersang dan berbatu sehingga perlu ditanami Sorgum sebab harga jualnyapun lumayan bagus,” ungkapnya.