Pondok Baca, Langkah Inovatif Menggerakkan Literasi
LARANTUKA – Pendirian pondok baca seperti Pondok Baca Lamahelan di Desa Helan Langowuyo Kecamatan Ile Boleng Kabupaten Flores Timur merupakan sebuah gerakan yang sangat bagus dalam mendukung dan menggerakkan literasi di Kabupaten Flores Timur.
Demikian disampaikan Wakil Bupati Flores Timur (Flotim), Agustinus Payong Boli ketika memberi dukungan terhadap gerakan literasi di Flotim dengan hadir langsung meresmikan “Pondok Baca Lamahelan” di Desa Helan Langowuyo Kecamatan Ile Boleng Kabupaten Flores Timur.
Kepada Cendana News, Senin (14/8/2017), Agus sapaannya, mengatakan, sangat mendukung langkah yang dilakukan anak-anak muda Agupena dan mahasiswa Angkatan Muda Adonara (AMA) Kupang cabang Flotim yang telah berkoordinasi dengan pemerintah desa membentuk pondok baca.
“Sebagai pemerintah, kami memberi apresiasi dan menyambut gembira atas didirikannya pondok baca dan terobosan yang dilakukan oleh pemerintah desa bekerja sama dengan AMA Kupang dan Agupena Flotim. Ini merupakan langkah inovatif dalam upaya mendukung gerakan literasi di Flotim dan upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia,” ungkapnya.
Secara internasional, jelas Agus, Indonesia merupakan negara dengan minat baca paling rendah menempati urutan buntut dimana warganya tidak melek literasi dan motivasi membacanya masih sangat lemah.
Gerakan seperti ini mesti didukung, sebutnya, Ile Boleng diharapkan akan menjadi contoh untuk desa–desa lain agar peduli pada gerakan literasi di Kabupaten Flores Timur. Gerakan Literasi di Flotim yang selama ini digiatkan oleh teman–teman di Agupena Flotim patut didukung dan terus ditingkatkan gerakannya. AMA Kupang sudah menunjukkan dukungan ini.
“Orang yang malas baca, pasti gampang sekali terprovokasi dan mudah memprovokasi orang lain serta selalu menyampaikan kecurigaan kepada pada orang lain,” ungkapnya.
Seorang yang ulet membaca, kata Agus Boli, akan tampil sebagai soluter atau orang yang memberi solusi. Ia memiliki banyak pengetahuan dan mampu mengolah apa yang ia baca dan mahasiswa yang malas baca berpengaruh pada waktu kuliah.
Selanjutnya, Agus boli berharap agar Desa Helan Langowuyo bisa menjadi contoh dalam menghidupkan gerakan literasi khususnya di desa. Ini baru pertama kali pihaknya diundang ke desa untuk meresmikan pondok baca.
“Kita berharap ke depan, tempat ini bukan saja dijadikan sebagai tempat baca tetapi juga sebagai ajang lomba bagi siswa dan kami menyarankan agar pondok baca ini selanjutnya dapat dikelola oleh karang taruna,” pintanya.
Agus juga meminta agar dikembangkan terus, jadikan sebagai tempat lomba cerdas cermat antar siswa, lomba menulis, lomba membacakan puisi, lomba berteater dan lain–lain agar bisa menghasilkan nilai-nilai positif.
“Kami juga sudah berkomitmen dengan dua media cetak dimana untuk setiap desa di Flotim wajib berlangganan dua koran dan orang dewasa mesti menjadi teladan dalam hal membaca sehingga dapat dicontoh oleh anak–anak,” tegasnya.
Kepala Desa Helan Langowuyo Dominikus Daton mengatakan, langkah berani patut ditempuh dengan berbuat sedikit lain dari hal-hal pada umumnya. Semua itu dalam upaya meningkatkan SDM di Desa Helan Langowuyo .
“Adanya pondok baca di desa ini, selanjutnya dapat menjadi ruang baca yang nyaman dan ramah anak. Kami akan terus berusaha menjalin kerja sama dengan pihak mana pun untuk selalu meng-up date buku sehingga anak–anak tidak jenuh membaca buku dengan judul yang sama,” tuturnya.
