Wisata Bahari Minang Rua Terangkat, Andil Klub Adventure Trail dan Pokdarwis

LAMPUNG – Aktivitas olahraga trail petualangan (adventure trail) dari komunitas Trail Adventure Bakauheni (Trabak) secara rutin terus melakukan latihan dengan menyusuri pesisir pantai yang ada di wilayah Kecamatan Bakauheni setiap akhir pekan dengan puluhan anggota komunitas Trabak dari berbagai wilayah.

Catur Udiyanto selaku anggota komunitas Trabak menyebut wilayah Kecamatan Bakauheni yang dikenal sebagai lokasi wisata petualangan kerap digunakan sebagai tempat menjajal adrenalin bagi pecinta olahraga bermotor tersebut.

Catur menyebut rute yang kerap digunakan meliputi pantai Tanjung Tua, pantai Batu Alif, pantai Minang Rua hingga ke pantai Blebug yang sebagian berupa trek pasir pantai sekaligus perbukitan dengan jalan berbatu dan sebagian jalan tanah merah. Latihan bersama yang kerap mengikutsertakan ratusan peserta diakui Catur bahkan ikut membantu mempromosikan wisata bahari di wilayah tersebut yang terus dibenahi dan penambahan berbagai fasilitas diantaranya ojek perahu, gazebo dari bambu termasuk lokasi berfoto yang menarik.

“Kita selalu mengadakan latihan bersama untuk semakin memperkenalkan sektor wisata di wilayah Bakauheni yang selama ini dikenal kaya akan wisata petualangan dan pantai,”terang Catur salah satu pegiat olahraga petualangan motor trail anggota komunitas trail adventure Bakauheni saat latihan bersama di pantai Minang Rua, Minggu (30/7/2017)

Klub adventure trail ikut promosikan wisata bahari Lampung Selatan di wilayah Bakauheni. [Foto: Henk Widi]
Salah satu sisi positif keberadaan komunitas trail diakui Catur dengan mengajak serta para pecinta komunitas trail dari berbagai wilayah kabupaten lain selanjutnya menarik kunjungan berikutnya dengan mengajak serta keluarga dan kerabat saat liburan. Terakhir latihan bersama ia mengaku ratusan peserta dilibatkan dari berbagai komunitas trail berdampak destinasi wisata di wilayah Bakauheni dikenal.

Faktor dikenalnya destinasi wisata bahari pantai Minang Rua juga menurut Kepala Dusun Minang Rua, Supadi, didukung oleh keberadaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Minang Rua Bahari yang beranggotakan ratusan warga dengan melakukan pengelolaan destinasi wisata tersebut dengan melakukan pembenahan akses jalan, pembuatan gazebo dan pembersihan area wisata dari sampah-sampah pantai yang sebelumnya membuat kotor wilayah pantai.

Selain memberdayakan warga sebagai anggota Pokdarwis yang melakukan penataan lokasi wisata usaha melibatkan masyarakat di pesisir pantai Minang Rua dilakukan dengan melakukan pelatihan cara menyambut tamu sejak di area parkir, penginapan termasuk para pedagang dan pemilik jasa penyewaan perahu.

“Kita lakukan pengelolaan dengan pola satu pintu sehingga wisatawan yang datang merasa nyaman dan aman berkunjung ke pantai Minang Rua,” terang Supadi.

Tersedianya fasilitas penyewaan perahu dengan tarif Rp20 ribu per orang juga menjadi salah satu pemicu minat wisatawan yang akan menikmati pesona beberapa spot wisata di wilayah Kelawi di antaranya pantai Batu Alif, Karang Lo dan Batu Menyan. Jika sebelumnya tidak disediakan fasilitas life jacket, seiring dengan pelatihan keselamatan tempat wisata pantai, fasilitas ring boy berupa pelampung berbentuk lingkaran dan jaket pelampung disediakan oleh Pokdarwis Minang Rua Bahari.

Koordinasi antara kelompok pecinta olahraga petualangan dan pengelola tempat wisata yang tergabung dalam Pokdarwis Minang Ruah Bahari menurut Supadi ikut menyumbang pendapatan bagi warga desa yang ada di kawasan pesisir pantai di Selat Sunda tersebut dengan jumlah kunjungan ratusan orang pada akhir pekan dan bisa meningkat saat hari libur panjang.

Bancakan atau makan bersama anggota Pokdarwis Minang Rua Bahari setelah bersih pantai. [Foto: Henk Widi]
Penataan destinasi wisata bahari Minang Rua juga dirasakan secara positif oleh warga di wilayah kecamatan lain yang berdatangan ke pantai Minang Rua salah satunya Sarmi dan keluarganya yang sengaja memanfaatkan hari libur untuk berkumpul bersama sekaligus berwisata. Sarmi bahkan menyebut wisata pantai Minang Rua cukup mendukung untuk wisata keluarga dengan pasir putih dan ombak yang tenang.

“Kami tidak harus pergi jauh-jauh untuk menikmati pantai dengan akses yang mudah dan nyaman untuk keluarga,” ungkap Sarmi.

Sarmi yang sengaja melakukan pesta bersama di tepi pantai yang dikenal dengan bancakan meski hanya menu sederhana nasi, ayam goreng dan sambel terasi bersama sayur asem bisa menjadi momen kebersamaan yang mempererat persaudaraan. Sama halnya dengan Sarmi anggota Pokdarwis yang secara rutin melakukan kegiatan bersih pantai dan melakukan penataan destinasi wisata pantai tersebut kerap mengadakan tradisi bancakan.

“Sebagai lokasi wisata bahari yang nyaman untuk keluarga kami memang kerap melakukan kerja bakti dan diakhiri dengan makan bersama yang dikenal dengan bancakan,” ungkap Supadi, kepala dusun setempat.

Wisatawan keluarga menggunakan liburan untuk bersantai dan makan bersama di pantai Minang Rua. [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...