Wisata Bahari Sumber Penggerak Ekonomi Pesisir Timur Lamsel
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Bergairahnya destinasi wisata bahari di Kabupaten Lampung Selatan jadi penggerak ekonomi warga pesisir timur. Hasanah, salah satu pedagang di Pantai Batu Putih menyebut sejak sebulan silam ia mulai mencoba peruntungan dengan menjual minuman dan makanan ringan.
Pada masa adaptasi kebiasaan baru usaha berjualan sebutnya jadi sumber ekonomi baginya. Saat akhir pekan Hasanah bilang pengunjung Pantai Batu Putih mencapai ratusan orang. Peluang menjual makanan dan minuman ringan dipilihnya karena ia tinggal di dekat pantai.
Sejak pagi hingga sore ia dibantu sang suami menyiapkan kebutuhan bagi wisatawan yang berkunjung. Menyiapkan sebanyak 30 kilogram kacang rebus,minuman ringan ia bisa mendapat omzet ratusan ribu.
Objek wisata Pantai Batu Putih yang berada di Desa Ketapang,Kecamatan Ketapang sebutnya telah mengalami pembenahan. Sebelumnya pantai tersebut alami kerusakan pada bagian tanggul penangkis. Pembenahan tanggul penangkis sekaligus menjadi lokasi untuk warga bersantai. Selain tempat berjualan kuliner sebagian warga menyewakan ban dalam untuk pelampung.
“Sejak dibenahi objek wisata pantai Batu Putih semakin banyak dikunjungi wisatawan dari Lampung Selatan dan Lampung Timur, bagi warga jadi sumber mata pencaharian terutama yang membuka usaha kuliner, menjaga kendaraan yang parkir, pedagang bisa mendapat omzet ratusan ribu per hari,” terang Hasanah saat ditemui Cendana News, Minggu (29/11/2020).

Akses mudah menuju pantai Batu Putih sebutnya jadi daya tarik. Sebab berjarak hanya satu kilometer dari Jalan Lintas Timur Sumatera, akses jalan cukup memadai. Selain berdampak positif bagi pedagang makanan, minuman ringan, sebagian nelayan ikut ketiban rezeki. Lokasi objek wisata Pantai Batu Putih sebutnya berada di dekat pusat pendaratan ikan (PPI) Ketapang.
Aktivitas warga yang melakukan makan bersama dengan bakar ikan kerap membelinya dari PPI Ketapang. Hasanah menyebut sebagian nelayan kerap menyiapkan bok es berisi ikan selar, tengkurungan, kurisi dan udang. Selain menjual ikan sebagian nelayan bisa menyewakan perahu untuk digunakan berkeliling ke pulau Seram tak jauh dari pantai tersebut.
“Wisata bahari yang mulai dibuka dengan protokol kesehatan ikut membantu ekonomi warga dari sektor jasa hingga penjualan,” bebernya.
Berada di pantai Timur, Pantai Puri Dewata yang ada di Desa Tridharma Yoga ikut andil dalam gerakkan ekonomi warga. Regen, salah satu penyedia penyewaan ban dalam sebagai pelampung mengaku ia bisa mendapat sumber penghasilan. Menyewakan ban sebagai pelampung mulai Rp10.000 hingga Rp20.000 ia bisa mengantongi uang ratusan ribu.
“Biasanya saya hanya bekerja di bengkel tapi saat akhir pekan sewa ban jadi usaha sampingan yang menjanjikan,” cetusnya.
Masa adaptasi kebiasaan baru Regen menyebut minat wisatawan mengunjungi pantai meningkat. Meski demikian ia menyebut pengelola menerapkan aturan ketat. Aturan tersebut diantaranya wajib memakai masker,mencuci tangan dan menjaga jarak. Bagi wisatawan yang masuk area pantai tanpa masker akan diminta untuk membelinya. Langkah itu bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Sriyanti, salah satu pengunjung menyebut beroperasinya objek wisata bahari digunakan untuk rekreasi. Sepekan melakukan aktivitas mengunjungi pantai jadi alternatif untuk relaksasi. Mengajak serta sahabatnya ia juga bisa menikmati es kelapa muda dan bakso yang dijajakan pedagang di pantai tersebut. Membeli makanan yang dijual pedagang sekaligus ikut menggerakkan ekonomi pada sektor pariwisata.