PWI Kalsel Punya Ketua Umum Baru
BANJARMASIN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan, melakukan pemilihan ketua umum periode 2017-2022 pada Sabtu (15/7/2017). Salah satu agenda utama dalam konferensi kerja provinsi PWI Kalsel adalah pemilihan ketua umum baru.
Tiga calon ketua maju dalam musyawarah yang berlangsung di Gedung PWI Kalsel itu. Ketiga calon ketua terdiri atas Zaenal Helmi (Mata Banua), Irhamsyah Syafari (Banjarmasin Post), dan Ratna Sari Dewi (TVRI).
Sebelum pemilihan, satu per satu calon yang telah dinyatakan lolos verifikasi ini menyampaikan visi dan misi di hadapan peserta. Pemilihan ketua lewat cara pemungutan suara terbanyak. Ada 206 anggota PWI Kalsel yang terdaftar sebagai pemilik hak suara.
Pemungutan suara dilakukan secara tertutup dengan menuliskan nama calon pilihan di kertas suara. Penghitungan suara sempat berlangsung ketat. Dua calon, yakni Irhamsah Syafari dan Zaenal Helmi saling salip di sesi penghitungan suara.
Mendekati puncak rekapitulasi suara, nama Zaenal Helmi semakin meninggalkan dua nama calon lainnya. Zaenal Helmi pun dinyatakan terpilih setelah meraup sebanyak 99 suara. Sementara Irhamayah Syafari meraup 78 suara dan Ratna Sari Dewi cuma memperoleh 10 suara.
Adapun satu suara dinyatakan rusak dan satu suara lagi menyatakan abstain. Dari total 206 pemilih, surat suara tersisa sebanyak 17 lembar.
Hasil itu menempatkan Zaenal Helmi sebagai Ketua Umum Terpilih PWI Kalsel untuk lima tahun ke depan. Sebanyak 99 suara yang diperolehnya sudah mencukupi syarat pemilihan, yakni 50 %+1 suara. Seperti yang ia ucapkan dalam penyampaian visi dan misi, Zaenal Helmi tidak menawarkan banyak janji kepada insan pers di Kalsel.
Zaenal Helmi memprioritaskan mengangkat martabat wartawan di Kalimantan Selatan. Dalam struktur kepengurusan periode 2017-2022, ia akan merekrut rekan wartawan yang aktif di lapangan.
“Kenyamanan wartawan dalam bertugas menjadi prioritas utama. Yang harus kita perjuangkan bersama ialah agar seluruh wartawan di Kalsel bermartabat,” ucap Zaenal Helmi selepas pemilihan.
Sementara itu, Ratna Sari Dewi, mengaku tidak ada persiapan khusus ketika maju sebagai kandidat Ketua Umum PWI Kalsel. Selain kandidat ketua, Dewi menjabat sebagai ketua panitia penyelenggara konferensi kerja PWI Kalsel.
“Yang jadi target itu sukses penyelenggaraan, mungkinlah banyak yang pesimis kalau perempuan bisa jadi ketua panitia. Dari PWI Pusat saja bilang tidak pernah ada perempuan yang menjadi ketua panitia acara di PWI,” kata Ratna Sari Dewi.