Peternak Bebek di Bantul Punya Cara Hemat Pakan
BANTUL — Meski sistim budidaya dan peternakan saat ini semakin maju dan berkembang, sejumlah peternak bebek di kawasan Bantul Yogyakarta masih tetap menggunakan cara tradisional dalam mengelola usaha ternak mereka.
Salah satunya dengan cara menggembalakan kawanan ternak mereka di lahan pertanian atau persawahan yang telah selesai dipanen.
Seperti terlihat di dusun Samben, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Di dusun yang terletak tak jauh dari desa asal Presiden RI Kedua Soeharto ini masih banyak ditemui para peternak bebek. Di tengah kondisi pasca panen seperti saat ini, mereka kerap melepas bebek mereka di areal persawahan agar dapat mencari makan sendiri.
Salah seorang peternak itik, Kadar Riyanto (50) mengaku biasa menggembalakan kawanan ternak bebek di lahan persawahan garapannya. Menurut Kadar, cara tradisional ini memiliki banyak keuntungan yang bermanfaat.
Selain dapat menghemat pakan tetnak, pelepasan bebek di areal persawahan yang telah selesai dipanen, juga dapat membantu mempercepat pengolahan tanah agat kembali siap ditanami.
“Yang jeas dengan mengumbar bebek di sawah seperti ini, jadi lebih hemat pakan. Karena bebek bisa mencari makan sendiri. Kualitas telur bebek yang dihasilkan juga lebih bagus karena mendapat sumber makan alami. Disamping itu, sawah juga lebih subur karena mendapat pupuk alami dari kotoran ternak,” katanya baru-baru ini.
Kadar mengaku memiliki sedikitnya 400 ekor ternak bebek. Dari ternak tersebut, ia bisa menghasilkan 400an ekor telur bebek setiap hari.
Selain disetor ke penjual dalam bentuk mentah, telur-telur bebek itu biasanya juga ia olah sendiri menjadi produk berupa telur asin. Pengolahan telur bebek ia lakukan secara tradisional dengan menggunakan bubuk bagu bata yang telah dicampur dengan garam.
“Sebenarnya lebih menguntungkan jika dijual dalam bentuk telur asin. Karena harganya bisa mencapai Rp2500-2800 per butir. Sedangkan kalau dijual dalam bentuk telur mentah hanya dihargai Rp1700 per butir,” katanya.
Selama ini Kadar sebagaimana warga di dusun lainnya mengaku melakukan usaha ternak bebek secara swadaya. Ia menyebut belum ada campur tangan pemerintah dalam membantu warga dalam mengembangkan ternak.
“Kalau di sini belum ada bantuan dari pemerintah. Semua masih swadaya masyarakat sendiri,” katanya.