Jelang HUT RI, Petani Kotabumi Beralih Jual Perlengkapan Agustusan

LAMPUNG – Hari Ulang Tahun Kemerdekaan (HUT) Republik Indonesia ke-72 tinggal menghitung pekan yang selalu diperingati setiap tanggal 17 Agustus. 

Sejumlah pedagang pernak-pernik, asesoris dan perlengkapan Agustusan pun sudah mulai berjualan di beberapa titik di wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Beberapa titik lokasi berjualan perlengkapan peringatan HUT RI atau perlengkapan Agustusan tersebut di antaranya di perempatan Palas, perempatan Kecamatan Penengahan dan sejumlah titik di Kalianda.

Ahmad (32) salah satu warga asal Kotabumi Kabupaten Lampung Utara yang sengaja berjualan perlengkapan Agustusan sejak Jumat (21/7) memilih tempat di perempatan Kecamatan Penengahan yang ramai dan cukup strategis.

Ahmad menyebut, berjualan perlengkapan Agustusan mulai dilakukannya sejak empat tahun terakhir. Sebagai pedagang musiman, ia memanfaatkan peluang menjelang HUT RI dengan kebutuhan akan perlengkapan berupa bendera, umbul-umbul, dan background yang banyak dicari masyarakat perseorangan atau instansi pemerintah. Berprofesi utama sebagai petani, diakui Ahmad, pekerjaan musiman tersebut sudah ditekuni bersama puluhan rekan asal Kotabumi karena hasilnya cukup menjanjikan secara finansial.

“Pekerjaan utama saya sebagai petani dan pekebun. Tetapi setiap bulan Juli hingga Agustus saya bersama puluhan rekan lain berjualan perlengkapan Agustusan untuk peringatan ulang tahun Indonesia. Hasilnya lumayan untuk kebutuhan keluarga,” terang Ahmad ditemui Cendana News di perempatan Kecamatan Penengahan, saat tengah melayani salah satu konsumen pembeli bendera merah putih, Sabtu (22/7/2017).

Seperti pada tahun sebelumnya, sistem penjualan bendera dan sejenisnya untuk perlengkapan HUT RI tersebut, dilakukan dengan sistem drop barang dari bos yang menyediakan semua perlengkapan yang akan dijual dengan sistem kodian. Ahmad yang berjualan di tepi Jalan Lintas Sumatera menyebut, menyediakan sebanyak empat kodi untuk setiap item yang dijual mulai dari bendera kecil hingga umbul-umbul berbagai motif.

Khusus pada tahun ini, sesuai dengan kekhasan daerah Lampung, motif Siger atau mahkota khas wanita Lampung, batik dan motif campuran, lebih banyak dijual untuk umbul-umbul dan bandir. Semua jenis barang yang dijual diakuinya dipasok sang bos dengan sistem pembayaran yang akan dilakukan saat barang laku serta saat stok habis bisa mengambil pada sang bos.

“Kita hanya dikasih nota berapa jumlah barang yang kita jual. Selanjutnya setoran dilakukan menyesuaikan jumlah barang yang terjual dan hasilnya ditambah dengan bonus oleh bos,” terang Ahmad.

Saat ini, harga bendera dengan berbagai ukuran mulai ukuran kecil dari ukuran 50 cm, 90 cm hingga terbesar dijual mulai Rp5.000 hingga terbesar Rp50.000. Sementara untuk umbul-umbul, background merah putih dijual mulai harga Rp350.000 hingga Rp500.000. Konsumen pembeli perlengkapan Agustusan tersebut, menurut Ahmad, rata-rata merupakan masyarakat perseorangan dan instansi pemerintah yang menjual dalam jumlah banyak. Saat suatu daerah menyelenggarakan perlombaan sepeda santai, lomba Agustusan, dirinya pun menyebut jumlah penjualan bendera semakin meningkat.

Berjualan dengan waktu hanya dua pekan atau lebih diakuinya maksimal hanya sampai tanggal 16 Agustus setiap tahunnya. Dari pengalaman berjualan selama beberapa tahun omzet yang diperoleh sebagai pedagang musiman sebesar Rp6 juta bahkan bisa hingga Rp8 juta. Omzet besar tersebut diakuinya saat dirinya mendapat pesanan dari instansi pemerintahan mulai dari desa, kecamatan hingga kabupaten yang membeli dalam jumlah banyak. Saat barang dagangan kurang dirinya meminta stok dari sesama pedagang lain.

Selama hampir dua hari berjualan ia mengaku dominan masyarakat membeli bendera ukuran kecil untuk dipasang di kendaraan roda dua dan roda empat. Selain itu beberapa membeli umbul-umbul yang dihiasi motif batik dan motif Siger Lampung. Ia berharap dari sebanyak empat kodi perlengkapan Agustusan tersebut, bisa laris terjual dan dirinya akan menurunkan harga menjelang peringatan HUT RI pada 16 Agustus.

Salah satu konsumen, Joni (50) asal Merambung Lampung Selatan menyebut, membeli bendera dan umbul-umbul untuk dipasang saat peringatan HUT RI ke-72 karena dirinya memiliki rumah baru yang akan dihiasi dengan bendera dan umbul-umbul. Selain Joni beberapa pembeli terlihat membeli kebutuhan bendera dan umbul-umbul dengan lokasi berjualan di dekat akses masuk pasar serta dekat dengan sejumlah kantor instansi pemerintahan di Kecamatan Penengahan.

Ahmad yang hanya berjualan musiman dan sementara tinggal di salah satu kerabatnya di Lampung Selatan mengaku, pasca berjualan musiman dirinya akan kembali ke Kotabumi Lampung Utara untuk kembali bekerja sebagai petani yang menjadi pekerjaan utama. Uang hasil penjualan perlengkapan Agustusan tersebut, diakui Ahmad, selain untuk keperluan keluarga juga digunakan sebagai modal untuk bertani di kampung halamannya.

Umbul-umbul motif Siger Lampung, batik dan campuran juga dijual bersama bendera merah putih. [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...