Kodim Puncak Jaya Lakukan Teritorial Kepramukaan

JAYAPURA — Sebanyak 400-an anggota pramuka dibina oleh Komando Distrik (Kodim) 1714 Puncak Jaya guna persiapan ikuti Raimuna Nasional di Cibubur, Jawa Barat. Mereka dilatih langsung oleh Pamong Saka Wira Kartika Cabang Jayapura, Serda Amirudin Abdul Majid Way.

Dari pantauan media ini dilapangan, terdapat tujuh pembina dari 30 pembina berikan pelatihan pemasangan tenda, simpul tali, dan pendirian tiang-tiang simbol kepramukaan. Tak hanya itu, dalam kegiatan itu diberikan juga pemahaman tentang wawasan kebangsaan oleh Dandim 1714/PJ, Letkol Inf Hindratno Defidanto.

Dandim 1714/PJ, Letkol Inf Hindratno Defidanto mengatakan salah satu program dari teritorial TNI seperti melaksanakan kegiatan kepramukaan dengan bekerjasama pihak sekolah tingkat SD, SMP dan SMA di Puncak Jaya yang dilakukan secara rutin setiap hari Senin dan Jumat.

“Tujuannya membina generasi muda yang ada di Puncak Jaya agar tak ada generasi muda yang Loss Generation atau hilang karena pengaruh budaya asing (luar) dapat merusak Negara kita (Indonesia),” kata Dandim usai berikan wawasan kebangsaan di sela-sela kegiatan, Sabtu (1/7/2017).

Sementara Serda Amirudin Abdul Majid Way selaku Pembina mewakili dari Kodim 1714/PJ mengaku dirinya tengah lakukan pembinaan kesakaan khusus penegak dan pandega, lantaran posisi Puncak Jaya yang sangat terpencil serta terjepit dengan keterbatasan.

“Kami libatkan diri bantu kwartir cabang untuk membina generasi muda melalui gerakan pramuka ini,” kata Serda Amirudin Abdul Majid Way.

Pihaknya berikan materi-materi sesuai program yang ada dalam kepramukaan ke siaga, penggalang dan penegak. Sementara ini, pihaknya siapkan 24 penegak terdiri dari 12 putra dan putri untuk ikuti Raimuna Nasional di Cibubur.

“Sementara jumlah anggota Pramuka di Puncak Jaya lebih dari 400 anggota, terdiri dari 215 siaga, 115 penggalang dan sisanya penegak. Kalau penegak sendiri tak seluruhnya aktif, karena mereka cenderung ada kerjaan lain di luar,” ujarnya.

Antusias dari putra putri asli Puncak Jaya sangat besar sekali, dikatakan Amirudin, hanya saja keterbatasan kwartir cabang tak memiliki angkutan sebagai sarana bagi anggota pramuka di kampung-kampung. Diakuinya, paling diminati di Puncak Jaya, aggota Pramuka senang dengan materi penjelajahan.

“Kenapa diminati? Karena dipenjelajahan dapat mempelajari beberapa materi seperti Mountaineering (turun tebing, rayapan tali satu, penyeberangan basah, penyeberangan kering), Peta Kompas, Penafsiran, Simapur,” tuturnya.

Kenapa harus dilakukan di Kodim? Sejauh ini menurutnya, informasi keamanan selalu dikoordinasikan kepada aparat keamanaan, saat hendak melakuka latihan kepramukaan. Namun, sampai saat ini areal Kodim menjadi sasaran kegiatan pramuka. Ditambahkannya, Kepramukaan di Polres tak dilakukan, lantaran Pembinanya telah pindah tugas keluar Puncak Jaya.

“Kodim hanya sebagai wadah untuk tempat, karena perhitungan keamanan saat ini yang aman hanya di Kodim. Apabila dilakukan di luar Kodim, kami harus meminta bantuan keamanan atau ada pendampingan kemanan TNI maupun Polri,” katanya.

Lihat juga...