Keluarga Ditahan Polisi, Warga Palang Jalan Areal Tambang

NABIRE –— Dua anggota keluarga ditahan polisi, kerabat dan keluarga besar dari Kampung Nifasi melakukan pemalangan pada jalan masuk menuju areal pertambangan di kali Musairo Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua, Selasa (11/7/2017).

Diketahui kejadian ini berawal ketika beberapa waktu lalu Kamis (29/7/2017) dua orang warga atas nama Lewi dan Antonia bersama masyarakat Kampung Nifasi diduga melakukan penganiayaan ke seorang wartawan yang tengah meliput di lokasi penambangan di sungai Musairo.

Lewi dan Antonia yang diperiksa secara marathon oleh polisi sejak, Senin (10/7/2017) pagi hingga menjelang tengah malam di Polres Nabire langsung ditetapkan sebagai tersangka dan digiring ke dalam ruang tahanan dan disaksikan puluhan masyarakat Nifasi termasuk orang tua, anak-anak dan keluarga dua tersangka Lewi dan Antonia.

Melihat anggota keluarga masuk bui, Oscar Erari marah dan meminta kepada perusahaan tambang PT Tunas Anugrah papua (TAP) yang diduga penyebab hingga terjadinya pemukulan tersebut, marah lantaran anggota keluarganya ditahan polisi, dan bersama-sama kerabatnya memalang jalan masuk areal pertambangan.

“Biarpun karyawan PT TAP meminta buka palang, jangan ada yang buka. Suruh mereka kembali. Dan yang masih ada di lokasi tambang, kalau mau keluar lokasi silahkan, tapi jangan kembali,” kata Oscar saat dilokasi pemalangan, Selasa (11/7/2017).

Sementara itu salah satu warga Nifasi, Anton Jina mengatakan hanya meminta kebenaran ditegakkan oleh aparat kepolisian. Namun, pihaknya akan berbicara secara kekeluargaan agar masalah ini dapat diatur secara baik.

“Jadi kami minta diatur secara kekeluargaan, agar dua saudara kami dikeluarkan dari sel Polres Nabire,” kata Anton.

Senada hal itu, Pendeta Frans Hey yang juga warga kampung Nifasi mengaku dua saudaranya yang ditahanan tak melakukan pembunuhan, sehingga solusinya dapat diatur secara kekeluargaan.

“Karena kasus pemukulan itu semuanya dilakukan oleh masyarakat, bukan satu dua orang yang memukul,” kata Frans.

Dari pantauan media ini di lapangan, kerabat serta puluhan masyarakat Kampung Nifasi masih berada di sekitar jalan masuk yang telah mereka palang, dan memberhentikan setiap kendaraan yang hendak masuk ke areal pertambangan kali Mosairo. Apabila kendaraan dari PT TAP maka disuruh kembali.

Lihat juga...