Ini Cara HKTI Sejahterakan Petani
PADANG — Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumatera Barat, menyatakan sebagai organisasi yang pro terhadap petani, HKTI tidak akan tinggal diam agar petani benar-benar merasakan hidup yang layak dari usaha yang dilakukannya.
Ketua DPP HKTI Sumbar, Fauzi Bahar, mengatakan ada banyak persoalan yang dihadapi oleh petani di Sumbar saat ini, seperti persoalan irigasi, lahan yang dibiarkan tidur, tidak memiliki bibit tanaman yang bagus, dan banyak hal lainnya.
Ia menilai, perlu ada cara jitu untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dialami oleh petani saat ini, di antaranya memberikan penyuluhan terkait pemanfaatan lahan sawah untuk budidaya ikan menjelang panen tiba, setelah pemanfaatan lahan bekas perkebunan cengkeh untuk ditanami pohon sengon.
“Jika terkait irigasi, saya lihat sudah ada langkah yang dilakukan oleh Balai Sungai. Tentunya dengan telah membaiknya irigasi, maka petani yang membutuhkan air akan terbantu. Sekarang itu, bagaimana mengarahkan petani, agar bisa memanfaatkan sawahnya menjadi tempat budidaya ikan yang masa panennya sangat singkat. Inilah langkah ke depan HKTI untuk petani di Sumbar,” tegasnya, usai dilantik hari ini oleh Ketua Umum DPN (Dewan Pimpinan Nasional) HKTI, Jenderal (Purn) Moeldoko, Jumat (7/7/2017).
Menurutnya, air yang menggenangi sawah bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan yang dikenal dengan ikan ABG (ikan berukuran kecil). Fauzi menyebutkan, ikan ABG itu merupakan ikan yang masa panennya cukup singkat, yakni hanya selama satu bulan. Ia menilai, cara itu akan membuat petani double penghasilan, pertama penghasilan dari panen padi, kedua panen ikan ABG-nya, dengan lahan yang sama.
“Jadi, cara ini bisa dilakukan oleh petani yang muda-muda juga, kedua orangtua yang bertani, sementara anaknya membudidaya ikan di lahan sawah yang sama. Setidaknya dengan cara ini, selain bisa memberikan penghasilan, juga bisa mengantisipasi pengaruh narkoba terhadap para muda-mudi di Ranah Minang ini,” ujar Fauzi.
Ke depan, untuk pemanfaatan lahan sawah untuk budidaya ikan itu, HKTI akan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk memberikan bibit ikan ABG tersebut.
Sementara itu, terkait kondisi pertanian di Sumbar, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumbar, menyatakan telah terjadi penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 0,42 persen pada bulan Juni 2017 atau sebesar 96,66 persen, jika dibandingkan pada bulan lalu Mei 2017 NTP mencapai 97,07 persen.
Kepala BPS Sumbar, Sukardi mengatakan jika NTP mengalami penurunan, maka hal tersebut menunjukan kesejahteraan petani di Sumbar masih belum baik. Tidak hanya itu, hal lain juga menunjukkan kepada indeks harga yang diterima petani (It) mengalami penurunan sebesar 0,78 persen, dan indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami penurunan sebesar 0,36 persen. Untuk itu, ia berharap agar ada langkah konkrit dari pemerintah untuk membantu para petani di Sumbar.