PANGKALPINANG – Petani di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, prihatin karena harga getah karet hasil pertaniannya turun drastis dari Rp7 ribu menjadi Rp4 ribu per kilogram.
Petani karet asal Desa Kimak, Munir, mengatakan fluktuasi harga karet biasa terjadi, namun kini sangat terasa dampaknya karena selain usai Lebaran Idul Fitri, petani juga dihadapkan dengan penerimaan siswa baru 2017, sehingga butuh uang untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak.
“Kami berharap, harga karet kembali stabil, agar dapat memenuhi belanja sehari-hari dan tahun ajaran baru,” katanya di Kimak, Kamis (6/7/2017).
Demikian halnya dengan harga lada yang juga mengalami kemerosotan dari biasanya, Rp90.000 per kilogram menjadi Rp65.000 per kilogram. “Petani harus pandai-pandai bersyukur, karena getah karet bernilai ekonomi untuk diekspor ke luar negeri,” katanya.
Petani karet lainnya, Martono, mengatakan keunggulan pohon karet tahan hama dan bukan tanaman yang membutuhkan perawatan ekstra, seperti lada. “Karet hanya membutuhkan perawatan khusus saat ditanam, kalau sudah tinggi tidak perlu lagi perawatan khusus,” ujarnya.
Ia berharap, pemerintah bisa mengatasi harga karet kembali normal, yakni di angka Rp10 ribu, agar semua warga desa fokus untuk menekuni komoditi ekspor tersebut. (Ant)