RABU, 14 JUNI 2017
MAUMERE — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sikka berharap agar 7 orang pejabat, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru dilantik Bupati Sikka, Selasa (13/6/2017) benar-benar mengabdi secara tulus untuk masyarakat dan daerah.
![]() |
| Pimpinan 7 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sikka yang baru dilantik Bupati Sikka. |
Demikian disampaikan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sikka dalam pemandangan umum yang dibacakan Darius Evensius saat rapat paripurna II masa sidang III DPRD Sikka, Rabu (14/6/2017).
Dikatakan Darius, pimpinan OPD harus bekerja secara profesional dan sedapat mungkin hindari muatan politis sesaat karena hanya akan mengganggu kinerja dalam menjalankan tugas-tugas kedinasan dan pengabdian untuk masyarakat.
“Fraksi PDI Perjuangan mengucapkan selamat dan proficiat buat para pejabat eselon dua yang baru diangkat dan meyakini dengan sungguh bahwa para pejabat ini dipiIih dan diangkat karena kemampuan serta kualitas vang dimiliki,” sebut Darius membacakan pemandangan fraksi.
Selain itu lanjut Darius, para pimpinan OPD yang terpilih dan dilantik, harus benar-benar murni karena memperoleh nilai yang baik pada saat tes uji kompetensi dan kelayakan untuk menduduki jabatan tertinggi di setiap OPD yang lowong bukan karena mengemis atau meminta-minta jabatan.
Menjelang Pemilukada Sikka tahun 2018, Fraksi PDI Perjuangan juga mengimbau dan berharap kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup kerja Kabupaten Sikka agar tetap profesional menjalankan tugas dan pengabdian.
“ASN jangan tergiring dalam kepentingan politik praktis Pemilukada karena hanya akan mengganggu kinerja kerja sebagai seorang ASN dan dapat merugikan dirinya sendiri nantinya,” ungkapnya.
Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera saat melantik 7 pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kabupaten Sikka Selasa (13/6/2017) mengatakan, etika pemerintahan menjadi tolak ukur dalam menempati sebuah jabatan di pemerintahan kecuali bupatinya tidak mengetahui etika pemerintahan sehingga hal ini tidak diperhatikan.
“Saya sangat paham etika pemerintahan sehingga etika pemerintahan menjadi salah satu poin penting yang harus dimiliki pimpinan OPD yang akan mengisi jabatan di lingkup Pemda Sikka,” ujarnya.
Selain itu sebut Ansar, seorang pimpinan organisasi perangkat daerah harus memiliki integritas yang meliputi kejujuran baik terhadap pelaksanaan tugas maupun jujur kepada atasannya baik bupati maupun wakil bupati.
“Kalau menyepelekan atasan dan omong macam-macam tentang atasan mana bisa dipakai, kan begitu,” ungkapnya.
Kemudian kemampuan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan lanjut Ansar juga penting dan ada tanda tangan pakta integritas sehingga dalam menjalankan tugas bersih dan tidak menyalahgunakan kewenangan yang berujung kepada korupsi, kolusi dan nepotisme.
![]() |
| Darius Evensius saat membacakan pemandangan umum fraksi PDI Perjuangan DPRD Sikka. |
Kemampuan bekerja sama juga penting, lanjutnya, sebab pemimpin organisasi kalau bekerja sendiri lebih baik tidak usah diberikan jabatan karena unit kerja merupakan sebuah organisasi, merupakan kumpulan orang-orang yang bekerja sama mencapai tujuan bersama.
“Jadi kalau bekerja sendiri-sendiri itu bukan organisasi dan ada pemimpin yang maunya bekerja sendiri, menganggap lebih pintar, lebih hebat dan menganggap remeh bawahannya,” kritiknya.
Semua itu, pesan Ansar, tentu kembali kepada pimpinan di organisasi perangkat daerah dalam membagi habis tugas yang ada di organisasinya agar roda pemerintahan di dinas dan badan yang dipimpinnya bisa berjalan baik.
“Dari pengukuran-pengukuran ini, dari semua peserta yang melamar terpilih 7 orang untuk menempati jabatan di dinas yang sedang lowong dan diharapkan bisa membawa peningkatan kinerja di unit kerja yang dipimpinnya,” ungkapnya. (Ebed de Rosary/ Satmoko / Foto: Ebed de Rosary)
Source: CendanaNews

