Sulut Ekspor Tepung Kelapa 12,5 Ton ke Georgia

MANADO – Sebuah negara bagian di Eropa Timur, Georgia, meminati produk ekspor tepung kelapa dari Provinsi Sulawesi Utara.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, Darwin Muksin, mengatakan, Sulut telah mengekspor tepung kelapa sebanyak 12,5 ton ke Georgia, dan menghasilkan devisa bagi negara sebesar 28.750 dolar AS.

Menurut Darwin, negara bagian Eropa Timur ini mulai melirik produk pangan asal Sulut. “Saya mengimbau kepada petani dan pengekspor di Sulut, khususnya tuntutan kelapa ini, agar mampu memberikan produk dengan kualitas baik,” katanya di Manado, Jumat (30/6/2017).

Darwin mengatakan pula, Pasar Georgia ini mampu menjadi tujuan ekspor potensial tepung kelapa, jika menjaga pasar dengan baik. Pemerintah pun akan tetap mendukung dan memfasilitasi, sehingga proses kegiatan ekspor bisa berjalan lancar tanpa hambatan. Sementara, pasar baru akan terus dicari, pemerintah melakukan promosi produk ekspor Sulut baik dalam maupun luar negeri.

Georgia adalah sebuah negara di Eropa Timur. Bekas republik di Uni Soviet ini berbatasan dengan Rusia di sebelah utara, Turki dan Armenia di sebelah selatan, serta Azerbaijan di sebelah tenggara. Laut Hitam terletak di sebelah barat negara ini.

Luas wilayah Georgia 69.700 kilometer (26.911 mil), berpenduduk 3,75 juta jiwa (tidak termasuk Abkhazia dan Ossetia Selatan, wilayah yang diokupasi oleh Rusia). Georgia adalah republik dengan sistem pemerintahan uniter dan semipresidensial. Pemilihan umum dilakukan melalui demokrasi representatif.

Sejak pembentukan negara Republik Georgia modern pada April 1991, Georgia menderita krisis sipil dan ekonomi selama dekade 1990-an. Hal ini berlangsung hingga terjadinya Revolusi Mawar pada 2003, ketika Georgia memutuskan untuk mengikuti kebijakan asing pro-Barat dan mendeklarasikan integrasi Eropa dan Euro-Atlantik sebagai prioritas utamanya. (Ant)

Lihat juga...