JAYAPURA — Sebanyak 664 personil aparat kepolisian siap diterjunkan untuk pengamanan hari raya Idul Fitri 1438 Hijiriyah – 2017 Masehi, selama 16 hari yang diberi nama Operasi Ramadniya 2017.
“Pertama kami fokus dulu pengamanan hari raya Idul Fitri, kaitan penanganan konflik tentu kegiatannya sudah menjadi bagian yang telah kami laksanakan. Tetapi harus disadari, fokus dari Operasi Ramadniya 2017,” kata Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar usai pimpin gelar pasukan pengamanan Idul Fitri di Mako Brimob, Kotaraja, Papua, Senin (19/6/2017).
Pengamanan ini menghadapi hari raya Idul Fitri, lanjutnya selama enam belas hari pihaknya diharapkan menjaga kondisi yang kondusif, kemudian masyarakat merasa nyaman tak ada gangguan serta menekan tingkat kecelakaan lalu lintas.
“Kemudian kamijuga dapat antisipasi kejahatan konvensional. Dan dapat dilakukan pengamanan di pusat-pusat keramaian, kegiatan masyarakat, tempat ibadah, lokasi wisata. Jadi kami fokus kearah sana,” ujarnya.
Sementara di luar dari itu, dikatakan mantan Kadiv Humas Mabes Polri, berbeda lagi pola-polanya untuk penanganan hal menonjol lainnya, yang berkaitan masalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), kaitan masalah Pilkada, konflik sosial dan lainnya.
“Itu semua tertuang dalam rapat koordinasi Polda bersama Pemda terkait yang telah dilakukan baru-baru ini,” dikatakan Kapolda Papua.
Ditambahkannya, ada tiga poin utama yang menjadi perhatian Bapak Presiden RI, sesuai amanat juga dari Kapolri yakni terjaganya stabilitas harga pangan, kondisi kamtibmas yang kondusif, kelancaran serta kenyamanan arus mudik dan arus balik.
“Sudah ada yang ditindak tegas, terkait temuan yang ditemukan oleh Satgas Pangan. Selama ini arahnya ke penimbunan belum ada, tapi kaitan barang tak miliki izin edar sudah dilakukan,” katanya.