KAMIS, 15 JUNI 2017
JAKARTA — Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa Nilai Impor Indonesia sepanjang bulan Mei 2017 sebesar 13,62 miliar Dolar Amerika (USD) atau mengalami kenaikan sebesar 15,67 persen jika dibandingkan dengan bulan April 2017. Nilai Impor Indonesia juga mengalami peningkatan jika dibandingkan bulan Mei 2016.
![]() |
| Grafik perkembangan Nilai Impor Indonesia bulan Mei 2017 dalam miliar USD. |
Menurut laporan BPS Pusat, impor non migas Indonesia bulan Mei 2017 sebesar 12 miliar USD atau mengalami kenaikan sebesar 16,49 persen jika dibandingkan dengan bulan April 2017. Impor non migas Indonesia juga mengalami kenaikan sebesar 26,65 persen.
Sedangkan impor migas Indonesia bulan Mei 2017 mencapai 1,82 miliar USD atau mengalami kenaikan sebesar 10,54 persen jika dibandingkan dengan bulan April 2017. Impor non migas juga mengalami peningkatan sebesar 9,10 persen jika dibandingkan dengan bulan Mei 2016.
“Peningkatan impor non migas terbesar pada bulan Mei 2017 sebagian besar didominasi golongan mesin dan perakitan mekanik sebesar 274,6 persen atau 17,64 persen, sedangkan penurunan terbesar impor Indonesia pada bulan Mei 2017 didominasi golongan kapal laut dan bangunan terapung lainnya sebesar 58,4 juta USD atau 54,02 persen” jelas M. Sairi Hasbullah, Deputi Statistik Bidang Sosial kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/6/2017).
M. Sairi Hasbullah juga menjelaskan, bahwa negara-negara pemasok impor non migas terbesar ke Indonesia sepanjang bulan Januari hingga Mei 2017 masing-masing Tiongkok sebesar 13,67 miliar USD atau 26,12 persen, Jepang sebesar 5,82 miliar USD atau 11,12 persen dan Thailand sebesar 3,77 miliar USD atau sebesar 7,21 persen.
“Sementara itu, negara-negara kawasan ASEAN berkontribusi mengimpor ke Indonesia yaitu sebesar 20,77 persen. Sedangkan negara-negara Uni Eropa (UE) berkontribusi sebesar 9,21 persen” kata M. Sairi Hasbullah di Jakarta.
Nilai semua golongan penggunaan barang konsumsi, bahan baku penolong dan barang modal sepanjang bulan Januari hingga Mei 2017 tercatat mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Masing-masing berkontribusi sebesar 11,78 persen, 17,63 persen dan 9,13 persen. {Eko Sulestyono/ Satmoko/ Foto: Eko Sulestyono}
Source: CendanaNews
