KAMIS, 15 JUNI 2017
MAUMERE — Dinas Sosial Kabupaten Sikka bekerja sama dengan pihak kecamatan dan desa serta masyarakat membangun rumah layak huni berkonstruksi utama bambu yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Hal ini juga mengingat di Sikka termasuk daerah rawan gempa. Tembok rumah yang memakai anyaman bambu dan diplester semen, konstruksinya bisa relatif anti gempa.
![]() |
| Rumah konstruksi bambu semen yang dibangun Dinas Sosial Kabupaten Sikka. |
Demikian disampaikan Moni Emy Lusia Laka, SH., kepada Cendana News, Kamis (15/6/2017) terkait rumah bambu semen yang ramah lingkungan.
Dikatakan Emy, pembangunan rumah sederhana tersebut berukuran panjang 7 meter dan lebar 5 meter.
“Pembangunannya dilakukan melalui bakti sosial yang dilakukan Tagana bekerja sama dengan aparat kecamatan dan desa serta bersama dengan masyarakat,” ungkapnya.
Ditambahkan Emy, pembangunannya dilakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat dengan pola swadaya. Rumah yang dibangun diperuntukkan bagi keluarga yang sangat miskin yang belum memiliki rumah layak huni.
![]() |
| Para pekerja sedang membangun rumah konstruksi bambu semen di Palue. |
“Keluarga miskin yang tidak mempunyai dana membangun rumah layak huni kami prioritaskan, mereka harus menyediakan bahan lokal seperti bambu, pasir dan batu saja,” terangnya.
Pembangunan rumah ini hemat anggaran, tahan gempa dan dikerjakan dalam waktu singkat sehingga keluarga yang dibantu dapat menikmati rumah yang layak untuk dihuni bersama keluarga.
Karena kemampuan anggaran terbatas, lanjut Emy, maka Dinas Sosial Kabupaten Sikka akan bangun satu unit di Kecamatan Palue, Waiblama dan Talibura. Di Palue sudah dibangun menggunakan dana 20 juta rupiah selama dua minggu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sikka, Robertus Ray, saat ditemui Cendana News mengatakan, pembangunan rumah tersebut sangat membantu masyarakat miskin untuk mendapatkan rumah yang layak huni.
![]() |
| Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Moni Emy Lusia Laka. |
Untuk itu, lanjut Robert, pihaknya pun bekerjasama dengan Dinas Sosial sehingga pembangunan rumah konstruksi bambu semen bisa dilakukan di berbagai daerah di Kabupaten Sikka khususnya di daerah yang memiliki banyak tanaman bambu yang selama ini tidak terpakai.
“Pembangunannya memakai pola swadaya, masyarakat miskin yang tidak mampu mempunyai rumah layak huni bisa membangun pondasinya saja dan menyediakan bahan lokal,” ungkapnya. (Ebed de Rosary/ Satmoko/ Foto: Ebed de Rosary)
Source: CendanaNews


