Jelang Lebaran, Waspadai Daging tak Layak Konsumsi

RABU, 14 JUNI 2017

SOLO — Jelang Lebaran  2017, peredaran makanan dan minuman di pasar tradisional di Karanganyar, Jawa Tengah, terus dicermati. Hasilnya cukup mengagetkan, karena petugas menemukan daging busuk yang berada di stan pedagang di Pasar Palur, Jaten, Karanganyar.

Petugas sita daging busuk.

Petugas yang  melakukan pengawasan makanan dan minuman ini curiga saat berada di stan daging di salah satu pojok pasar. Petugas yang memeriksa daging yang disimpan dalam kotak es, menemukan jika daging ayam tersebut tidak layak konsumsi. Sebab, selain warna sudah berubah  menjadi kehijauan, bau busuk juga sangat menyengat.

“Kata pedagang untuk makanan anjing. Tapi nyatanya berada di stan jualan,” kata Sumijarto, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Karanganyar, Rabu (12/6/2017).

Petugas temukan daging busuk.

Dikatakan lebih lanjut, sebanyak 5 Kg daging ayam busuk tersebut akhirnya disita oleh petugas. Upaya ini  dilakukan untuk mencegah disalahgunakan pedagang  dengan cara tetap menjual daging yang tak layak konsumsi kepada masyarakat. “Selanjutnya kita akan musnahkan daging sitaan itu,” tandas Sumijarto.
Selain menemukan daging busuk, petugas juga menemukan daging sapi semi glonggongan.

Temuan ini didapat setelah petugas melakukan pengecekan terhadap kadar air dalam daging menggunakan alat pengukur PH atau PH meter. Diketahui, sebanyak 15 kg daging semi glonggongan tersebut memiliki PH 5,2.

“Untuk daging dengan kandungan air 5,2 sudah masuk cukup basah, namun masih layak untuk dikonsumsi. Batas maksimal PH-nya adalah 7, jika di atas 7 kita akan sita,” imbuh dia.

Sumijarto.

Sidak makanan dan minuman yang dilakukan Disnakan Karanganyar, rupaya tidak jauh berbeda dengan sidak jelang Lebaran yang dilakukan pada tahun lalu. Sebab, sejumlah pedagang masih kedapatan menjual  makanan  yang tidak dilengkapi tanggal kadaluwarsa,  tanpa lebel, serta kemasan rusak.

“Kita juga datangi pelayan toko yang menjual kurma tanpa ada keterangan produksi. Dari mana dan tanggal kadaluwarsanya. Kita minta untuk dikembalikan ke distributor,” tandasnya. (Harun Alrosid/ Satmoko/ Foto: Harun Alrosid)
Source: CendanaNews

Lihat juga...