Masyarakat Perlu Dukung Pemerintah Bangun Waduk

MAUMERE – Masyarakat NTT harus mendukung program pemerintah pusat. Presiden Jokowi sudah mencanangkan pembangunan 7 waduk di provinsi NTT dan sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Demikian disampaikan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, saat peletakan batu pertama pembangunan PLTMG di Wairita, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Rabu (21/6/2017).

Dikatakan Lebu Raya, pemerintah pusat juga sudah mencanangkan pembangunan waduk atau bendungan di NTT tetapi di beberapa daerah seperti bendungan Kolhua di Kupang dan waduk Lambo di Nagekeo pun masih bermasalah dengan tanah.

“Bulan lalu saya ke Lambo dan tanya masyarakat apakah butuh air? Kalau butuh air kenapa menolak pembangunan waduk padahal waduk juga bisa dipakai untuk pembangkit listrik,” sebutnya.

Gubernur NTT dua periode ini menjelaskan, pihaknya berkepentingan mensejahterakan masyarakat sebab bila waduk dibangun maka bisa dipergunakan sebagai air baku, irigasi, pariwisata, perikanan dan juga pembangkit listrik.

“Saya senang sebab masyarakat di Waiblama Kabupaten Sikka merelakan tanahnya untuk membangun Waduk Napunggete yang sangat dibutuhkan masyarakat Kabupaten Sikka,” ungkapnya.

Kalau masyarakat keberatan, lanjut Ketua DPD PDIP NTT ini, maka harus ada alasan tanah tersebut akan dipakai untuk apa dan demi kepentingan masyarakat banyak, jangan hanya mengatakan pokoknya tidak boleh saja.

Kalau ada rumah yang tergenang air hitung berapa rumah dan pemerintah akan bangun rumah yang pastinya lebih bagus. Bila ada tanah hitung berapa luasnya dan masyarakat serta pemerintah tidak boleh menentukan harga sebab ada pihak ketiga yang berwenang.

“Sekarang ini nilai berkorban susah sekali padahal dulu orang-orang tua kita merelakan tanah untuk bangun kantor pemerintah dan fasilitas umum tanpa meminta bayaran,” tuturnya.

Lebu Raya  meminta kepada masyarakat NTT untuk bersikap rela berkorban dengan memberikan tanah untuk pembangunan yang diperuntukkan bagi kepentingan bersama dan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat banyak.

“Pemerintah tidak mungkin menelantarkan rakyat sebab apa yang dikerjakan tentu untuk kepentingan masyarakat sehingga kita harus berpikir positif dan jangan berpikir curiga,” terangnya.

Mantan wakil gubernur NTT ini mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Sikka yang telah membantu menyadarkan masyarakat di Kecamatan Waiblama sehingga merelakan tanahnya dipakai untuk membangun Waduk Napunggete.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya (kiri), bersama Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera. Foto: Ebed de Rosary

Sementara itu, Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera mengatakan, pemerintah Kabupaten Sikka sudah menyiapkan dana untuk pembayaran ganti rugi lahan tahap kedua yang akan segera dilakukan.

Sementara ini, beber Ansar, pihak BPN dan tim appraisal sedang mempersiapkan tahapan untuk melakukan pengukuran dan pendataan luas tanah masing-masing pemilik, pengecekan berkas, identifikasi tanaman dan lainnya.

“Tim appraisal atau tim penilai sedang bekerja sehingga nantinya setelah ada hasil maka diserahkan kepada Pemda Sikka agar bisa segera dibayarkan kepada setiap orang sesuai harga yang ditentukan oleh tim tersebut,” pungkasnya.

Lihat juga...